Konsumsi Rumah Tangga Jakarta Capai 5,28 Persen
Selasa, 06 Agustus 2024 - 23:42 WIB
loading...
Aktivitas masyarakat di Pasar Tanah Abang. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Konsumsi rumah tangga Jakarta naik mencapai 5,28 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta saat ini di triwulan II meningkat dengan pertumbuhan 4,9 persen dari sebelumnya 4,78.
Kenaikan tersebut dinilai hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI dan Bank Indonesia perwakilan Jakarta. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan peningkatan ini tidak lepas dari konsumsi rumah tangga dan investasi serta membaiknya kinerja ekspor.
Di samping itu, ada beberapa lapangan usaha yang terus alami peningkatan seperti konstruksi, jasa keuangan, perdagangan, serta industri pengelolaan. “Bila dilihat konsumsi rumah tangga alami kenaikan 5,28 persen naik dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,25 persen,” ujar Arlyana, Selasa (6/8/2024).
Dia menuturkan, peningkatan tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas saat Idulfitri, Iduladha, dan periode liburan. Sedangkan investasi pertumbuhannya meningkat dengan pertumbuhan sebesar 4,66 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yakni 4,36 persen.
Arlyana menjelaskan bahwa meningkatnya investasi sejalan dengan masih berlangsungnya pembangunan proyek strategis multitahun pemerintah yang di antaranya tercermin dari peningkatan belanja modal pemerintah serta peningkatan Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN).
Kenaikan tersebut dinilai hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI dan Bank Indonesia perwakilan Jakarta. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan peningkatan ini tidak lepas dari konsumsi rumah tangga dan investasi serta membaiknya kinerja ekspor.
Di samping itu, ada beberapa lapangan usaha yang terus alami peningkatan seperti konstruksi, jasa keuangan, perdagangan, serta industri pengelolaan. “Bila dilihat konsumsi rumah tangga alami kenaikan 5,28 persen naik dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,25 persen,” ujar Arlyana, Selasa (6/8/2024).
Dia menuturkan, peningkatan tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas saat Idulfitri, Iduladha, dan periode liburan. Sedangkan investasi pertumbuhannya meningkat dengan pertumbuhan sebesar 4,66 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yakni 4,36 persen.
Arlyana menjelaskan bahwa meningkatnya investasi sejalan dengan masih berlangsungnya pembangunan proyek strategis multitahun pemerintah yang di antaranya tercermin dari peningkatan belanja modal pemerintah serta peningkatan Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN).
Lihat Juga :