Mantan Napiter dan Penyintas Diberi Peluang Usaha di KTN BNPT Bogor
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 19:50 WIB
loading...
Kepala BNPT Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahniel meninjau calon lokasi lahan KHDTK untuk KTN di Desa Cibadak dan Desa Pabuaran, Bogor. Foto/Ist
A
A
A
BOGOR - Mantan narapidana terorisme (Napiter) dan penyintas diberi kesempatan untuk mencoba peluang usaha di Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) BNPT di Desa Cibadak dan Desa Pabuaran, Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat.
Selain kesempatan peluang usaha untuk meningkatkan ekonomi, juga membangun kebersamaan, membangun kekeluargaan sebagai anak bangsa.
Baca juga: Mantan Napiter Bergabung Bantu Deradikalisasi di Cilacap
Hal itu disampaikan Kepala BNPT Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahniel saat peninjauan calon lokasi lahan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk KTN di Desa Cibadak dan Desa Pabuaran.
Dia menyebut kerjasama dan kolaborasi dari semua pihak yang oleh BNPT dinamakan pentahelix.
"Tujuannya ingin memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara bangsa ini untuk bersama sama mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk membangun kesejahteraan kita semua, utamanya untuk kawan kawan mitra deradikalisasi yang pernah tersesat mengikuti paham kekerasan dan saat ini sudah kembali ke NKRI,” ujar Rycko Amelza Dahniel, dikutip Sabtu (3/8/2024).
Selain kesempatan peluang usaha untuk meningkatkan ekonomi, juga membangun kebersamaan, membangun kekeluargaan sebagai anak bangsa.
Baca juga: Mantan Napiter Bergabung Bantu Deradikalisasi di Cilacap
Hal itu disampaikan Kepala BNPT Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahniel saat peninjauan calon lokasi lahan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk KTN di Desa Cibadak dan Desa Pabuaran.
Dia menyebut kerjasama dan kolaborasi dari semua pihak yang oleh BNPT dinamakan pentahelix.
"Tujuannya ingin memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara bangsa ini untuk bersama sama mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk membangun kesejahteraan kita semua, utamanya untuk kawan kawan mitra deradikalisasi yang pernah tersesat mengikuti paham kekerasan dan saat ini sudah kembali ke NKRI,” ujar Rycko Amelza Dahniel, dikutip Sabtu (3/8/2024).
Lihat Juga :