Korban Penganiayaan di Daycare Depok Trauma dan Diduga Dislokasi Kaki
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 08:05 WIB
loading...
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana. Foto/SINDOnews/Refi Sandi
A
A
A
DEPOK - Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana mengungkap kondisi korban berinisial MK (2) dan HW 9 bulan setelah mendapat perlakuan penganiayaan oleh pemilik sekaligus pengasuh MI alias Meita di Daycare Wensen School, Harjamukti, Cimanggis, Depok. Menurutnya, korban bayi diduga dislokasi kaki dan bocah dua tahun mengalami traumatik.
"Ya ini kan masih kita visum ya. Nanti hasil visumnya begitu muncul akan kita sampaikan. Tetapi ada dugaan dislokasi pada kaki. Tapi nanti ini kita tanyakan pada dokter yan berhak menyerahkan itu kan dokter ya. Hasil visum bagaimana nanti disampaikan," kata Arya kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Jumat (2/8/2024).
"Kalau kondisi anak yang pertama, itu dalam kondisi baik, alhamdulillah. Tapi, ada traumatiknya. Traumatik akan kita dalami dengan visum psikologi. Yang satu lagu, yang umur 9 bulan, akan kita lakukan visum dan Rontgen terhadap kondisi tubuhnya," imbuhnya.
Baca juga: Daycare di Depok Tutup usai MI Ditetapkan Tersangka Penganiayaan Anak
Arya menyebutkan, waktu penganiayaan sesuai keterangan rekaman video kamera pengawas atau CCTV berbeda-beda. Namun, Ia membeberkan bahwa bayi sempat diperlakukan keji hingga dibanting.
"Ya ini kan masih kita visum ya. Nanti hasil visumnya begitu muncul akan kita sampaikan. Tetapi ada dugaan dislokasi pada kaki. Tapi nanti ini kita tanyakan pada dokter yan berhak menyerahkan itu kan dokter ya. Hasil visum bagaimana nanti disampaikan," kata Arya kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Jumat (2/8/2024).
"Kalau kondisi anak yang pertama, itu dalam kondisi baik, alhamdulillah. Tapi, ada traumatiknya. Traumatik akan kita dalami dengan visum psikologi. Yang satu lagu, yang umur 9 bulan, akan kita lakukan visum dan Rontgen terhadap kondisi tubuhnya," imbuhnya.
Baca juga: Daycare di Depok Tutup usai MI Ditetapkan Tersangka Penganiayaan Anak
Arya menyebutkan, waktu penganiayaan sesuai keterangan rekaman video kamera pengawas atau CCTV berbeda-beda. Namun, Ia membeberkan bahwa bayi sempat diperlakukan keji hingga dibanting.
Lihat Juga :