alexametrics

Hasil Panen Padi di Pangandaran Semester I Capai Satu Ton Lebih

loading...
Hasil Panen Padi di Pangandaran Semester I Capai Satu Ton Lebih
Hasil panen padi di Kabupaten Pangandaran pada semester I tahun 2019 tercatat 107.978,83 ton dari target 207.704,85 ton per/tahun. SINDOnews/Syamsul
A+ A-
PANGANDARAN - Hasil panen padi di Kabupaten Pangandaran pada semester I tahun 2019 tercatat 107.978,83 ton dari target 207.704,85 ton per/tahun.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tina Maryana mengatakan, untuk mencapai target produksi padi, jeda waktu 6 bulan ke depan tersisa 99.726,02 ton.

"Luas areal sawah se Kabupaten Pangandaran tercatat 16.564 hektare dengan hasil produksi rata-rata per hektare 64,28 kwintal gabah kering giling," kata Tina.



Tina menambahkan, dari 10 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran, areal sawah terluas di Kecamatan Padaherang dengan luas 3.670 hektare dan Kecamatan Mangunjaya dengan luas 1.761 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Kalipucang seluas 918 hektare, Kecamatan Pangandaran 1.096 hektare, Kecamatan Cigugur 8.99 hektare.

Sementara di Kecamatan Sidamulih seluas 1.025 hektare, Kecamatan Parigi seluas 2.095 hektare, Kecamatan Cijulang seluas 1.404 hektare, Kecamatan Langkaplancar seluas 2.269 hektare dan Kecamatan Cimerak seluas 1.427 hektare. "Grapik hasil panen padi disetiap musim di Kabupaten Pangandaran tergolong baik, meski ada beberapa lokasi yang mengalami gagal panen atau puso," tambahnya.

Untuk antisipasi puso Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran merekomendasikan teknik penanaman motode legowo 2 atau legowo 4.

"Selain metode tanam legowo 2 atau legowo 4 Dinas Pertanian juga merekomendasikan untuk lokasi sawah yang sering terkena rob agar ditananami padi parietas inpari 34," paparnya.

Tina memaparkan, keunggulan padi parietas inpari 34 diantaranya tahan terhadap salinitas atau air yang mengandung garam sedangkan untuk lokasi sawah yang sering terkena penyakit blas direkomendasikan untuk menanam padi parietas inpari 32.

"Namun masyarakat di Kabupaten Pangandaran saat ini masih banyak yang menyukai padi jenis parietas Ciherang karena disesuaikan dengan lokasi dan kondisi kebutuhan sawah," pungkasnya.

Keuntungan metode tanam dengan cara legowo 2 atau legowo 4 diantaranya agar memudahkan pemeliharaan dan mengurangi potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak