Survei LSI Denny JA di Pilkada Luwu Timur: Elektabilitas IBAS Unggul dari Petahana
Rabu, 31 Juli 2024 - 22:34 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya, sebagai petahana, Budiman berada dalam posisi yang lebih sulit. Elektabilitas Budiman yang lebih rendah dari IBAS mengindikasikan bahwa publik Luwu Timur menginginkan perubahan kepemimpinan.
"Dari 10 nama yang diuji dalam survei, ada 8 nama yang bisa dikategorikan sebagai penantang, namun selain IBAS, tidak ada calon bupati yang signifikan secara elektabilitas. Elektabilitas tokoh-tokoh tersebut rata-rata hanya di bawah 5%," katanya.
Mengapa hanya IBAS yang muncul sebagai penantang yang unggul? LSI Denny JA menemukan tiga alasan utama. Pertama, IBAS adalah calon bupati yang paling disukai dengan tingkat kesukaan sebesar 90,3%, meskipun popularitasnya masih di bawah petahana.
Baca juga; Pemkab Luwu Timur Berencana Bangun Islamic Center
Kedua, IBAS dianggap lebih mampu memajukan Luwu Timur, dengan 48,5% memilih IBAS dibandingkan 30,2% yang memilih Budiman. Ketiga, IBAS diuntungkan oleh sentimen publik yang menilai "daerah gini-gini saja", dengan 50,8% menilai kehidupan mereka selama lima tahun ke belakang sama saja, dan 10,3% menyatakan kehidupan mereka lebih buruk.
"Dari 10 nama yang diuji dalam survei, ada 8 nama yang bisa dikategorikan sebagai penantang, namun selain IBAS, tidak ada calon bupati yang signifikan secara elektabilitas. Elektabilitas tokoh-tokoh tersebut rata-rata hanya di bawah 5%," katanya.
Mengapa hanya IBAS yang muncul sebagai penantang yang unggul? LSI Denny JA menemukan tiga alasan utama. Pertama, IBAS adalah calon bupati yang paling disukai dengan tingkat kesukaan sebesar 90,3%, meskipun popularitasnya masih di bawah petahana.
Baca juga; Pemkab Luwu Timur Berencana Bangun Islamic Center
Kedua, IBAS dianggap lebih mampu memajukan Luwu Timur, dengan 48,5% memilih IBAS dibandingkan 30,2% yang memilih Budiman. Ketiga, IBAS diuntungkan oleh sentimen publik yang menilai "daerah gini-gini saja", dengan 50,8% menilai kehidupan mereka selama lima tahun ke belakang sama saja, dan 10,3% menyatakan kehidupan mereka lebih buruk.
Lihat Juga :