SAT-Logwil Bahas Perkembangan Sistem Logistik Nasional di Bandung
Jum'at, 26 Juli 2024 - 20:26 WIB
loading...
SAT-Logwil bekerja sama dengan Pusat Pengkajian Logistik dan Sistem Rantai Pasok ITB gelar seminar nasional Peningkatan Kinerja Logistik di Indonesia: Refleksi, Tantangan, dan Peluang Sistem Logistik Nasional di Bandung. Foto/Ist
A
A
A
BANDUNG - Pusat Studi Logistik dan Pengembangan Wilayah (SAT- Logwil), membahas perkembangan dan tantangan sistem logistik nasional terkait ASEAN Single Market di Bandung , Jawa Barat, Jumat (26/7/2024).
SAT-Logwil bekerja sama dengan Pusat Pengkajian Logistik dan Sistem Rantai Pasok - Institut Teknologi Bandung, menggelar seminar nasional bertajuk “Peningkatan Kinerja Logistik di Indonesia: Refleksi, Tantangan, dan Peluang Sistem Logistik Nasional” di Aula Barat ITB.
Ketua SAT-Logwil Yeremias Ndoen mengatakan, seminar ini mengajak seluruh stakeholder berbicara untuk menemukan solusi dialogis, sebuah upaya mencari solusi bersama. Acara seminar dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai kalangan seperti akademisi, pemerintahan, maupun para pengusaha logistik.
Baca juga; Pengusaha Logistik Pede Bisnisnya Tembus Rp4.500 Triliun di 2024
“Seminar ini membahas perkembangan Perpres Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sislognas. Mengingat saat ini terjadi berbagai perubahan situasi dan tren global supply chain, terutama terkait dengan ASEAN single market,” kata Yeremiah dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).
SAT-Logwil bekerja sama dengan Pusat Pengkajian Logistik dan Sistem Rantai Pasok - Institut Teknologi Bandung, menggelar seminar nasional bertajuk “Peningkatan Kinerja Logistik di Indonesia: Refleksi, Tantangan, dan Peluang Sistem Logistik Nasional” di Aula Barat ITB.
Ketua SAT-Logwil Yeremias Ndoen mengatakan, seminar ini mengajak seluruh stakeholder berbicara untuk menemukan solusi dialogis, sebuah upaya mencari solusi bersama. Acara seminar dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai kalangan seperti akademisi, pemerintahan, maupun para pengusaha logistik.
Baca juga; Pengusaha Logistik Pede Bisnisnya Tembus Rp4.500 Triliun di 2024
“Seminar ini membahas perkembangan Perpres Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sislognas. Mengingat saat ini terjadi berbagai perubahan situasi dan tren global supply chain, terutama terkait dengan ASEAN single market,” kata Yeremiah dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).
Lihat Juga :