Serangan Pasukan Keling Runtuhkan Kedigdayaan Kerajaan Majapahit di Nusantara

Jum'at, 26 Juli 2024 - 07:33 WIB
loading...
Serangan Pasukan Keling...
Ilustrasi kerajaan Keling yang berhasil runtuhkan Kerajaan Majapahit dari Bumi Nusantara. Foto/Dok Freepik
A A A
Kerajaan Keling muncul saat Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran. Beberapa sumber menyebut bahwa kerajaan ini pernah berperang dengan Majapahit, yang saat itu sudah mulai melemah.

Prasasti Padukuhan Duku mengisahkan bahwa Sang Munggwing Jinggan, yang diyakini sebagai penguasa Keling, berperang melawan Majapahit. Namun, identitas sebenarnya dari Sang Munggwing Jinggan masih belum jelas hingga kini.

Prasasti tersebut juga menyebutkan bahwa Sri Brahmaraja Genggadhara, atas jasanya kepada Sang Munggwing Jinggan dalam perang melawan Majapahit, dianugerahi tanah di desa Petak.

Baca Juga: Kisah Tragis Pangeran Diponegoro Dikhianati Rakyatnya, Picu Kematian Panglima Ngabehi Prasasti Padukuhan Duku ditemukan di desa Kembang Sore, daerah Keling. Ternyata, anugerah tanah tersebut perlu disahkan oleh Bhatara Keling, penguasa Keling.

Menurut buku "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit" karya sejarawan Prof. Slamet Muljana, prasasti menyatakan penguasa pertama yang mengesahkan anugerah tanah di desa Petak kepada Sri Brahmaraja Ganggadhara adalah Bhatara Prabhu Sang Mokta ri Amreta Wisesalaya.

Bhatara Prabhu Sang Mokta Amretawisesalaya inilah raja yang menguasai Kerajaan Keling setelah perang melawan Majapahit.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Sang Munggwing Jinggan sama dengan Bhatara Prabhu Sang Mokta ri Amreta Wisesalaya, penguasa Kerajaan Keling setelah perang melawan Majapahit.

Baca Juga: Serka Bayani, Prajurit Kopassus Pembisik Jenderal Prabowo yang Rebut 100 Senapan OPM

Menurut Pararaton 30/16, Bhre Keling adalah putra bungsu Bhre Tumapel (Sri Kertawijaya) dari pernikahannya dengan Bhre Daha Jayawardhani Dyah Jayeswari. Prasasti Waringin Pitu menyatakan bahwa Bhre Keling bernama Girindrawardhana Dyah Wijayakarana.

Jadi, Girindrawardhana Dyah Wijayakarana, Bhatara di Keling, adalah putra bungsu Sri Kertawijaya. Meskipun sebagai putra bungsu, Girindrawardhana Dyah Wijayakarana memiliki hak atas tahta Kerajaan Majapahit.

Ada kemungkinan bahwa antara tahun 1447 dan 1478, Bhre Keling Girindrawardhana Dyah Wijayakarana meninggalkan Keling dan berpindah ke tempat lain. Kerajaan Keling kemudian diserahkan kepada putranya yang bergelar Bhre Keling Girindrawardhana Dyah Wijayakusuma.

Hal itu seperti yang tercantum pada prasasti Trailokyapuri, bertarikh 1486. Bahwa Bhatara Keling Girindrawardhana Dyah Wijayakusuma benar adalah putra Bhre Keling Girindrawardhana Dyah Wijayakarana.

Perang antara Keling dan Majapahit yang berakhir dengan kemenangan Keling terjadi setelah tahun 1478, karena dari tahun 1473 sampai 1478, Majapahit masih berdiri dan diperintah oleh Sang Prabhu Giripati Prasutabhupati Ketubhuta Dyah Suraprabhawa.

Pada tahun 1478, Sang Prabhu mangkat di kedaton.

Keruntuhan Kerajaan Majapahit dikaitkan dengan kekalahan dalam perang melawan Keling. Kemenangan Keling atas Majapahit ditandai dengan pengesahan anugerah desa Petak kepada Brahmaraja Ganggadhara oleh Bhatara Prabhu Sang Mokta ri Amretawisesalaya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Rekomendasi
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Berita Terkini
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved