Head to Head dengan Anies, Elektabilitas Ridwan Kamil Selisih Tipis
Kamis, 25 Juli 2024 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam simulasi tersebut, elektabilitas Anies berada pada angka 50,1%. Sedangkan elektabilitas RK 38,8%. Mengingat RK belum melakukan aktivitas politik secara intens di Jakarta, gap atau selisih elektabilitas tersebut tipis dan tidak terlalu jauh. Burhanuddin mengakui, elektabilitas RK di Jakarta masih struggling. Namun demikian, hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia melihat ada peluang untuk mantan gubernur Jawa Barat tersebut.
”Tetapi, lagi-lagi di Jakarta (RK) bukan tanpa peluang. Ridwan Kamil masih terbuka peluangnya meskipun peluangnya tidak sebesar di Jawa barat. Tetapi, bukan berarti dia kartu mati di Jakarta. Karena kemampuan Ridwan Kamil untuk menarik pendukung yang lain itu lebih kuat,” terang dia.
Contoh paling sederhana adalah pendukung Ahok. Burhanuddin menyebutkan pendukung Ahok cenderung mengalihkan dukungannya kepada RK bila figur yang mereka dukung tidak maju di pilkada Jakarta. Dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Anies ada pada angka 43,8%, Ahok dengan 32,1%, dan RK 18,9%.
Saat Ahok dihilangkan dan tersisa Anies melawan RK, elektabilitas RK naik signifikan dan selisih elektabilitas RK dengan Anies semakin tipis.
”Ketika Ahok tidak masuk dalam simulasi, saya asumsikan Anies versus RK, secara langsung suara pemilih Ahok itu cenderung lari ke RK, suara RK awalnya sekitar 18% langsung melonjak 20% jadi 38,8%. Jadi, meskipun Ahok nomor dua di bawah Anies dalam segala simulasi dan di atas Ridwan Kamil, tetapi kalau melihat tren ini sepertinya RK lebih kompetitif melawan Anies ketimbang Ahok,” jelas Burhanuddin.
”Tetapi, lagi-lagi di Jakarta (RK) bukan tanpa peluang. Ridwan Kamil masih terbuka peluangnya meskipun peluangnya tidak sebesar di Jawa barat. Tetapi, bukan berarti dia kartu mati di Jakarta. Karena kemampuan Ridwan Kamil untuk menarik pendukung yang lain itu lebih kuat,” terang dia.
Contoh paling sederhana adalah pendukung Ahok. Burhanuddin menyebutkan pendukung Ahok cenderung mengalihkan dukungannya kepada RK bila figur yang mereka dukung tidak maju di pilkada Jakarta. Dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Anies ada pada angka 43,8%, Ahok dengan 32,1%, dan RK 18,9%.
Saat Ahok dihilangkan dan tersisa Anies melawan RK, elektabilitas RK naik signifikan dan selisih elektabilitas RK dengan Anies semakin tipis.
”Ketika Ahok tidak masuk dalam simulasi, saya asumsikan Anies versus RK, secara langsung suara pemilih Ahok itu cenderung lari ke RK, suara RK awalnya sekitar 18% langsung melonjak 20% jadi 38,8%. Jadi, meskipun Ahok nomor dua di bawah Anies dalam segala simulasi dan di atas Ridwan Kamil, tetapi kalau melihat tren ini sepertinya RK lebih kompetitif melawan Anies ketimbang Ahok,” jelas Burhanuddin.
(cip)
Lihat Juga :