Waspada Kluster Baru Penyebaran Covid-19, Penutupan Taman Dipertimbangkan
Senin, 24 Agustus 2020 - 12:46 WIB
loading...
Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wali Kota Jakarta Barat , Rustam Efendi mempertimbangkan untuk menutup taman Walkot Farm 4.0 yang berlokasi di kantornya. Hal ini menyusul banyaknya warga yang kerap datang ke sana.
"Mungkin akan kami tutup atau saya batasi kembali," kata Rustam saat dihubungi, Senin (24/8/2020). (Baca juga: Update Corona 15 Agustus, 598 Orang Dinyatakan Positif Covid-19 )
Rustam sendiri mengakui pihaknya mengevaluasi pembukaan walkot farm saat akhir pekan. Sebab menurutnya, saat itu, banyak masyarakat yang berbondong-bondong ke tempatnya untuk berekreasi.
"Ini malah bisa munculkan penyebaran covid," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua PMI DKI Jakarta. (Baca juga: Peningkatan Pasien Positif COVID-19 di Depok Berasal dari Kasus Kontak Erat )
Pantauan SINDOnews, Minggu 23 Agustus 2020, meskipun di depan taman terdapat larangan masuk untuk anak kecil dan lansia. Namun hal itu tak membuat animo masyarakat yang datang menurun, malahan jumlah yang datang jauh lebih banyak di bandingkan saat hari kerja.
Parahnya, selama itu pula, masyarakat yang datang tak mempedulikan protokol kesehatan. Sejumlah anak dan lansia berada di sana dan mengabaikan protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker hingga tak berjaga jarak.
Meskipun disana terdapat petugas jaga, namun mereka tak melakukan pengecekan mulai dari suhu dan membatasi pengunjung. Para petugas dari Pamdal hanya berkeliling dan berpatroli di lokasi.
"Mungkin akan kami tutup atau saya batasi kembali," kata Rustam saat dihubungi, Senin (24/8/2020). (Baca juga: Update Corona 15 Agustus, 598 Orang Dinyatakan Positif Covid-19 )
Rustam sendiri mengakui pihaknya mengevaluasi pembukaan walkot farm saat akhir pekan. Sebab menurutnya, saat itu, banyak masyarakat yang berbondong-bondong ke tempatnya untuk berekreasi.
"Ini malah bisa munculkan penyebaran covid," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua PMI DKI Jakarta. (Baca juga: Peningkatan Pasien Positif COVID-19 di Depok Berasal dari Kasus Kontak Erat )
Pantauan SINDOnews, Minggu 23 Agustus 2020, meskipun di depan taman terdapat larangan masuk untuk anak kecil dan lansia. Namun hal itu tak membuat animo masyarakat yang datang menurun, malahan jumlah yang datang jauh lebih banyak di bandingkan saat hari kerja.
Parahnya, selama itu pula, masyarakat yang datang tak mempedulikan protokol kesehatan. Sejumlah anak dan lansia berada di sana dan mengabaikan protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker hingga tak berjaga jarak.
Meskipun disana terdapat petugas jaga, namun mereka tak melakukan pengecekan mulai dari suhu dan membatasi pengunjung. Para petugas dari Pamdal hanya berkeliling dan berpatroli di lokasi.
(mhd)
Lihat Juga :