Kisah Makam Kebon Jahe Kober, Tempat Peristirahatan Istri Thomas Stamford Raffles hingga Soe Hoek Gie
Selasa, 23 Juli 2024 - 05:47 WIB
loading...
A
A
A
Sumber lain yang dihimpun menyatakan Makam Kebon Jahe Kober lebih tua dari Fort Cannin Park di Singapura (1926), Gore Hill Cemetery di Sidney (1868), La Chaise Cemetery di Paris (1803), Mount Auburn Cemetery di Cambridge (1831), serta Arlington National Cemetery di Washington DC (1864).
Orang Belanda membangun makam tersebut karena angka kematian di Batavia saat itu melonjak drastis. Kondisi Batavia yang padat menyebabkan atmosfer kota tidak sehat. Akibatnya, banyak warga terserang penyakit malaria, diare, dan penyakit lain yang berujung kematian.
Pada tahun 1975 Makam Kebon Jahe Kober ditutup Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin lalu dibongkar. Jenazah-jenazah kemudian direlokasi. Sebagian ada yang dikembalikan ke keluarganya di Belanda, sebagian dipindahkan ke pemakaman Menteng Pulo dan beberapa dimakamkan di tempat pemakaman umum lain seperti Tanah Kusir.
Kompleks pemakaman Kebon Jahe Kober berubah menjadi Museum Taman Prasasti. Peresmian museum itu dilakukan Ali Sadikin pada 9 Juli 1977. Di atas tanah seluas 4,7 hektare dari luas seluruhnya 5,9 hektare didirikan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
Di Museum Taman Prasasti terdapat sekitar 1.200 prasasti makam yang telah ditata. Di aula gedung ada duplikat kereta jenazah dan dua peti jenazah asli sang proklamator, Soekarno dan M Hatta.
Orang Belanda membangun makam tersebut karena angka kematian di Batavia saat itu melonjak drastis. Kondisi Batavia yang padat menyebabkan atmosfer kota tidak sehat. Akibatnya, banyak warga terserang penyakit malaria, diare, dan penyakit lain yang berujung kematian.
Pada tahun 1975 Makam Kebon Jahe Kober ditutup Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin lalu dibongkar. Jenazah-jenazah kemudian direlokasi. Sebagian ada yang dikembalikan ke keluarganya di Belanda, sebagian dipindahkan ke pemakaman Menteng Pulo dan beberapa dimakamkan di tempat pemakaman umum lain seperti Tanah Kusir.
Kompleks pemakaman Kebon Jahe Kober berubah menjadi Museum Taman Prasasti. Peresmian museum itu dilakukan Ali Sadikin pada 9 Juli 1977. Di atas tanah seluas 4,7 hektare dari luas seluruhnya 5,9 hektare didirikan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
Di Museum Taman Prasasti terdapat sekitar 1.200 prasasti makam yang telah ditata. Di aula gedung ada duplikat kereta jenazah dan dua peti jenazah asli sang proklamator, Soekarno dan M Hatta.
(jon)
Lihat Juga :