Sandiaga Uno: Sport Tourism Sumbang Devisa 2 Kali Lipat Dibanding Wisata Biasa

Minggu, 21 Juli 2024 - 11:26 WIB
loading...
Sandiaga Uno: Sport...
Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan bahwa sport tourism memberikan sumbangan devisa dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan pariwisata biasa. Foto/Agus Warsudi/MPI
A A A
BANDUNG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa sport tourism memberikan sumbangan devisa dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan pariwisata biasa. Pernyataan ini disampaikan oleh Sandiaga setelah turut memeriahkan Bandung Marathon 2024 yang berlangsung di Kota Bandung, Minggu (21/7/2024). Perlombaan maraton ini dimulai dari depan Gedung Sate di Jalan Diponegoro.

Sandiaga Uno bersama ribuan peserta berlari menyusuri jalan-jalan protokol Kota Bandung sejak pukul 05.00 WIB. Usai kegiatan, Sandiaga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Kota Bandung dan para pelari yang telah menyukseskan acara tersebut.

"Total ada 42.000 pelari yang berpartisipasi, dan sekitar 15.000 pelari berasal dari Bandung. Ini luar biasa. Acara ini bukan hanya menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat tetapi juga menggerakkan perekonomian. Ini adalah bagian dari sport tourism, pariwisata berbasis olahraga. Selamat, dan semoga acara ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang," ujar Sandiaga.

Sandiaga menilai bahwa rute maraton di Bandung sangat menantang dengan adanya jalan menanjak dan menurun. "Secara keseluruhan, cuaca sangat mendukung, sangat nyaman, dan sejuk. Sangat saya rekomendasikan. Mungkin ini adalah salah satu maraton internasional dengan cuaca paling cocok di Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Sandiaga Uno dan Ribuan Pelari Meriahkan Marathon di Kota Bandung

Ke depan, Menparekraf berencana mengundang lebih banyak peserta dari berbagai negara seperti Jepang, Asia, Eropa, dan Amerika. Kemenparekraf ingin meningkatkan level Bandung Marathon agar dapat bergabung dengan World Major Marathon, seperti Tokyo Marathon dan Boston Marathon, mengingat cuaca Bandung yang sangat nyaman dan sejarahnya yang panjang.

"Sport tourism akan meningkatkan devisa negara. Kami telah menghitung bahwa pengeluaran wisatawan sport tourism dua kali lipat dibandingkan dengan wisatawan mancanegara yang datang melalui jalur biasa," jelas Sandiaga.

Ia menambahkan, jika aspek sport tourism ditingkatkan, kualitas wisatawan juga akan meningkat. Mereka akan tinggal lebih lama dan menghabiskan lebih banyak uang di ekonomi lokal. "Biasanya, pengeluaran wisatawan mancanegara itu sekitar 1.500 USD per kunjungan. Namun, untuk sport tourism bisa mencapai 3.000 USD, sekitar Rp45 juta per kunjungan. Dua kali lipat inilah yang kami kejar karena akan membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat kita," ucap Sandiaga.

Sport tourism, lanjut Menparekraf, merupakan program unggulan Kemenparekraf. Oleh karena itu, selama satu tahun ini pihaknya berkeliling Indonesia untuk menggelorakan sport tourism di berbagai daerah. "Kami sudah lari dari Sabang sampai Merauke, dan juga di perbatasan Papua hingga Likupang, Manado," ungkapnya.

Selain lari, Sandiaga juga melihat potensi pengembangan lomba sepeda, lomba renang di perairan terbuka, triatlon, dan otomotif sebagai sport tourism yang sangat diminati. "Ada juga olahraga trail run yang sekarang banyak diminati oleh pelari dari luar negeri," tuturnya.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Wakil Ketua Komisi VII:...
Wakil Ketua Komisi VII: Gelaran Tona Sian Huta Angkat Opera Batak ke Panggung Nasional
Libur Panjang, Monas...
Libur Panjang, Monas Diserbu 4.009 Pengunjung, 129 di Antaranya Wisatawan Mancanegara
Sandination Academy...
Sandination Academy dan YIS Dampingi 50 Brand dalam Offline Mentoring Rocket Incubation 2026
Cara Sandiaga Uno Bikin...
Cara Sandiaga Uno Bikin Ibu Rumah Tangga Berdaya dan Buka Lapangan Kerja
Kemandirian Siti dan...
Kemandirian Siti dan Laily usai Ikuti Pelatihan UMKM Sandiaga Uno
Bukan Sekadar Tempat...
Bukan Sekadar Tempat Liburan, Tanjung Lesung Punya Potensi Jadi Sanctuary
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
BUMN Ekspor Berpotensi...
BUMN Ekspor Berpotensi Memicu Larinya Modal Asing, Berikut Alasannya
Rekomendasi
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved