alexametrics

BKSDA Jabar Lepas Macan Tutul di Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan

loading...
BKSDA Jabar Lepas Macan Tutul di Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat melepasliarkan seekor macan tutul (panthera pardus melas) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Selasa (9/7/2019). iNewsTV/Toiskandar
A+ A-
KUNINGAN - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat melepasliarkan seekor macan tutul (panthera pardus melas) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Selasa (9/7/2019). Petugas gabungan dari BKSDA dan relawan menempuh medan berat dan berbatu menuju lokasi pelepasanliaran yang berjarak delapan kilometer dari permukiman warga.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Indra Exploitasia mengatakan, kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dipilih sebagai lokasi pelepasliaran macan tutul setelah melalui proses kajian panjang. Salah satu alasannya, lokasi tersebut merupakan habitat macan tutul sehingga tersedia cukup makanan.

“Hingga saat ini populasi macan di kawasan Gunung Ciremai Kuningan ini sudah ada antara empat dan lima ekor. Lokasi di sini dinilai cukup aman bagi warga karena jaraknya sekitar 8 Km dari permukiman,” katanya.



Pelepasanliaran macan tutul ini dijaga ketat polisi hutan dengan senjata bius untuk berjaga-jaga jika terjadinya hal yang tak diinginkan. Meskipun kawasan Gunung Ciremai Kuningan dikenal sebagai jalur puncak pendaki, Kepala Taman Nasional Gunung Ciremai Kuswandono mengatakan, kemungkinan terjadi serangan macan tutul tidak akan terjadi.

“Sebab, lokasi pendakian dan pelepasan macan tutul berjarak dan 2 kilometer lebih. Petugas juga akan memasang kawat berduri,” ujarnya.

Macan tutul yang diberi nama Slamet Ramadhan ini sebelumnya ditangkap setelah masuk perkampungan warga di Desa Sindangari, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada 1 Juni 2019.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak