Kemenristekdikti Gelar Festival Musik Tradisi Indonesia di Bandar Lampung
Senin, 15 Juli 2024 - 17:39 WIB
loading...
Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2024 bertajuk Recaka Musik Lampung yang digelar di Way Halim, Bandar Lampung, Lampung. Foto/Ist
A
A
A
BANDAR LAMPUNG - Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2024 bertajuk Recaka Musik Lampung yang digelar di Way Halim, Bandar Lampung pada 13-14 Juli 2024 berlangsung meriah.
Festival musik yang digelar Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) ini melibatkan 13 komunitas grup musik tradisi dan lima pegiat kesenian di Lampung, dan 1 grup musik asal Sumatera Selatan.
Baca juga: 6 Tradisi Unik Konser Musik Dunia, Termasuk di Indonesia
Hadir juga sejumlah perajin alat musik tradisional Lampung. Selain pertunjukan seni musik tradisional, FMTI juga menggelar seminar yang membahas cara menghidupkan kembali dan menarasikan musik tradisional bersama akademisi maupun praktisi.
Sejak 2021, Kemendikbudristek juga telah sukses menggelar ajang FMTI yang berlangsung di Danau Toba (Sumatera Utara), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Tidore (Maluku Utara), dan Kutai Kertanegara (Kalimantan Timur).
Pelaksanaan FMTI diharapkan dapat terus berlanjut pada masa mendatang guna melestarikan kekayaan musik tradisi sekaligus memberikan manfaat besar bagi pegiatnya di daerah dan edukasi budaya kepada masyarakat.
Festival musik yang digelar Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) ini melibatkan 13 komunitas grup musik tradisi dan lima pegiat kesenian di Lampung, dan 1 grup musik asal Sumatera Selatan.
Baca juga: 6 Tradisi Unik Konser Musik Dunia, Termasuk di Indonesia
Hadir juga sejumlah perajin alat musik tradisional Lampung. Selain pertunjukan seni musik tradisional, FMTI juga menggelar seminar yang membahas cara menghidupkan kembali dan menarasikan musik tradisional bersama akademisi maupun praktisi.
Sejak 2021, Kemendikbudristek juga telah sukses menggelar ajang FMTI yang berlangsung di Danau Toba (Sumatera Utara), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Tidore (Maluku Utara), dan Kutai Kertanegara (Kalimantan Timur).
Pelaksanaan FMTI diharapkan dapat terus berlanjut pada masa mendatang guna melestarikan kekayaan musik tradisi sekaligus memberikan manfaat besar bagi pegiatnya di daerah dan edukasi budaya kepada masyarakat.
Lihat Juga :