alexametrics

Usai Aniaya dua Anaknya, Bapak di Sukoharjo Coba Bunuh Diri

loading...
Usai Aniaya dua Anaknya, Bapak di Sukoharjo Coba Bunuh Diri
Warga Dusun Pandak, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah gempar mendadak gempar. Pasalnya, Kakak beradik warga setempat, Al (19), dan Juf,(12), ditemukan terkapar di dalam rumah. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
SUKOHARJO - Warga Dusun Pandak, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah gempar mendadak gempar. Pasalnya, Kakak beradik warga setempat, Al (19), dan Juf,(12), ditemukan terkapar di dalam rumah.

Kedua anak itu diduga menjadi korban penganiayaan oleh TS, (45), ayahnya sendiri. Tragisnya lagi, TS kemudian mencoba bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perutnya sendiri.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Kala itu, sejumlah warga mendengar suara teriakan di rumah TS. Mereka selanjutnya mendatangi asal suara teriakan dan menggedor-gedor pintu karena dalam keadaan terkunci. Ketika pintu terbuka, mereka melihat Juf dalam keadaan leher terikat tali bersama pelaku. Para saksi lalu berusaha menyelamatkan korban.



Ketika itu, TS mengatakan jika Al telah dibunuhnya. Ketika dicari warga, keberadaan Al ditemukan di rumah kosong yang ada di sebelah rumah tempat adiknya ditemukan sekarat. Al saat itu dalam keadaan terbujur bersimbah darah diduga akibat dicangkul. Pada sisi lain, pelaku diam-diam mencoba menusukkan pisau dapur ke perutnya sendiri. Kejadian itupun selanjutnya dilaporkan ke Polisi.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti berupa cangkul dan pisau dapur yang berlumurah darah, serta tali tambang yang dipakai untuk menjerat Juf. "Motif atas kejadian itu masih kami dalami dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Sementara, pihak keluarga masih di rumah sakit," kata Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya saat dikonfirmasi Sindonews, Selasa (25/6/2019).

Sebab dua anak yang menjadi korban dan bapaknya sebagai terduga pelaku saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit (RS). Namun ia enggan membeberkan RS mana para korban dirawat, termasuk apakah satu RS atau tidak.

Namun dari informasi sementara, kejadian itu diduga karena permasalahan keluarga antara bapak dan ibunya. "Istrinya masih ada dan tinggal satu rumah, saat kejadian tengah bekerja," ungkapnya. Dari hasil penanganan perkara, TS diduga menganiayaan anaknya yang besar dulu.

Korban mengalami luka terbuka di kepala bagian depan, tepatnya di dahi. Sedangkan anaknya yang kecil, pertama kali ditemukan dalam keadaan pingsan. Sebab korban diduga kepalanya dibenturkan ke tembok oleh TS.

Selain itu juga terdapat luka memar di sejumlah bagian tubuh. Sementara, TS yang diduga mencoba bunuh diri dengan menghujamkan pisau ke perutnya sendiri, kondisinya dari keterangan dokter juga stabil dan masih dirawat di RS.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak