Thailand Ingin Beli 2 Kapal Selam China Saat Sedang Krisis Ekonomi

Minggu, 23 Agustus 2020 - 14:03 WIB
loading...
Thailand Ingin Beli...
Kapal selam militer China. Foto/REUTERS
A A A
BANGKOK - Rencana Thailand melakukan pengadaan dua kapal selam dari China senilai 22,5 miliar Baht untuk Angkatan Laut, mendapat sorotan dari sejumlah kritikus.

Hal itu setelah Parlemen Thailand menyetujui pengadaan namun menuai kecaman, karena negara sedang krisis ekonomi akibat pandemi virus corona baru (COVID-19).

Baca Juga: Canggih, Tank Tempur T-72 Rusia Bisa Beraksi Layaknya Kapal Selam

Para kritikus sejak awal menyerukan pemotongan rencana pengadaan senjata angkatan bersenjata termasuk pembelian kapal selam. Mereka mengatakan bahwa dengan membatalkan pembelian dua kapal selam, lebih banyak uang dapat disimpan dan disuntikkan ke dalam upaya untuk membantu menyelesaikan masalah ekonomi negara yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Namun, wakil ketua sub-komite Parlemen Yutthapong Jarassathian mengatakan bahwa pengadaan tersebut disetujui dengan selisih suara ketat oleh sub-komite yang terdiri sembilan orang.

Menurut laporan Bangkok Post, Minggu (23/8/2020), dia mengatakan ini adalah kedua kalinya sub-komite melihat permintaan Angkatan Laut untuk membeli dua kapal selam tersebut.

Yutthapong mengatakan bahwa, dalam pertemuan pertama, sub-komite harus menunda membahas masalah itu karena tidak dapat memutuskan apakah akan mengizinkan Angkatan Laut untuk membeli kapal selam atau tidak.

Namun dalam pertemuan kedua, Angkatan Laut Thailand menyatakan sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membeli tiga kapal selam asal China .

Yutthapong mengatakan, menurut pihak Angkatan Laut, pembelian kapal selam pertama sudah selesai, menggunakan uang dari anggaran 2017, dan akan diserahkan pada 2024.

Namun pada pertemuan Jumat lalu, lanjut Yutthapong, Angkatan Laut menunjukkan MoU untuk pembelian kapal selam pertama tetapi tidak mengatakan bahwa Thailand berkewajiban untuk membeli dua kapal selam lainnya.

Dia mengatakan MoU itu ditandatangani oleh Perdana Menteri Jenderal Prayut Chan-o-cha dan menteri pertahanan China .

"Saya termasuk di antara anggota sub-komite yang menentang pembelian itu. Tapi Angkatan Laut bersikeras bahwa itu demi keamanan laut," kata Yutthapong.

Dia mengatakan para anggota memiliki pandangan berbeda tentang masalah ini dan tidak dapat mencapai kesimpulan, yang memaksanya untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan pemungutan suara.

Pemungutan suara awalnya terikat pada 4-4 suara, tetapi ketua sub-komite Supol Fongngam kemudian memutuskan untuk mendukung pembelian tersebut, yang menghasilkan penghitungan 5-4 untuk persetujuan.

Yutthapong mengatakan bahwa dia dan mereka yang menolaknya akan terus menentang pembelian kapal selam tersebut.

"Perdana menteri harus memilih antara kapal selam dan kelangsungan ekonomi rakyat. Kenapa pemerintah lebih memilih kapal selam daripada mata pencaharian masyarakat?," tanya dia.

Baca Juga: Mantab, PT PAL Selesaikan Pengerjaan Kapal Selam Nagapasa Class
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
SMAN 4 Semarang Juara...
SMAN 4 Semarang Juara Umum Festival Internasional di Thailand
SMAN 4 Semarang Wakili...
SMAN 4 Semarang Wakili Indonesia di Festival Seni Internasional Thailand
Pabrik Narkoba Liquid...
Pabrik Narkoba Liquid Vape dan Happy Water di Apartemen Ancol Jaringan China-Malaysia
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Rekomendasi
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gonzalo Plata Antar La Tri Menang dan Lolos ke Babak 32 Besar
Jepang Tahan Swedia...
Jepang Tahan Swedia 1-1, Samurai Biru Lolos ke 32 Besar dan Siap Tantang Brasil
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Infografis
Latihan Tempur, China...
Latihan Tempur, China Kerahkan 2 Kapal Induk di Laut China Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved