Berkat Pemberitaan MNC, Korban Rudapaksa di Jaksel yang Kabur Sudah Pulang
Jum'at, 05 Juli 2024 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Namun, kata Jeannie, AN tak kunjung pulang hingga 30 Juni 2024. Alhasil, pihak kekuarga pun membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan dan RPA Perindo menggelar jumpa pers untuk mengumumkan hilangnya AN.
Setelah itu, kata Jeannie, RPA Perindo mendapat informasi keberadaan AN dari masyarakat yang membaca berita kehilangan AN di iNews Media Group dan MNC TV pada 3 Juli 2024 malam. Dari informasi yang didapat, sambungnya, AN tengah berada di sebuah warung kopi (warkop) dengan menggandeng seorang anak kecil.
Menindaklanjuti informasi itu, Jeannie langsung menghubungi pihak keluarga AN. Keesokan harinya, RPA Perindo bersama pihak kepuarga langsung mendatangi warkop di bilangan Jakarta Selatan, untuk menemui AN. "Dan ternyata memang AN ini dia sedang menjaga seorang anak. Jadi dia bekerja, kabur dari rumah ternyata mencari pekerjaan," tutur Jeannie.
"Ketika ditanya mengapa kabur, salah satu alasannya bahwa dia juga merasa jenuh (terhadap proses penyidikan), karena ini kan anak dibawah umur mengalami tindak pemerkosaan. SOP polisi yang berlarut-larut, ada kejenuhan, sehingga dia merasa bosan dengan apa yang dilakukan dalam penanganan kasusnya," pungkasnya.
Setelah itu, kata Jeannie, RPA Perindo mendapat informasi keberadaan AN dari masyarakat yang membaca berita kehilangan AN di iNews Media Group dan MNC TV pada 3 Juli 2024 malam. Dari informasi yang didapat, sambungnya, AN tengah berada di sebuah warung kopi (warkop) dengan menggandeng seorang anak kecil.
Menindaklanjuti informasi itu, Jeannie langsung menghubungi pihak keluarga AN. Keesokan harinya, RPA Perindo bersama pihak kepuarga langsung mendatangi warkop di bilangan Jakarta Selatan, untuk menemui AN. "Dan ternyata memang AN ini dia sedang menjaga seorang anak. Jadi dia bekerja, kabur dari rumah ternyata mencari pekerjaan," tutur Jeannie.
"Ketika ditanya mengapa kabur, salah satu alasannya bahwa dia juga merasa jenuh (terhadap proses penyidikan), karena ini kan anak dibawah umur mengalami tindak pemerkosaan. SOP polisi yang berlarut-larut, ada kejenuhan, sehingga dia merasa bosan dengan apa yang dilakukan dalam penanganan kasusnya," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :