Taktik Jitu Gajah Mada Tunjuk Putra Pendeta Brahma Perluas Majapahit di Kerajaan Bali

Jum'at, 05 Juli 2024 - 06:14 WIB
loading...
Taktik Jitu Gajah Mada...
Mahapatih Kerajaan Majapahit Gajah Mada. Foto/SINDOnews
A A A
Ekspansi wilayah dilakukan Gajah Mada Mahapatih Majapahit mulai membuahkan hasil. Satu wilayah yakni Pulau Bali berhasil ditaklukkan pertama. Tetapi persoalan baru muncul ketika wilayah Bali takluk di bawah komando Negeri Majapahit.

Sedianya Gajah Mada menempatkan bangsawan - bangsawan baru di sana. Memang sifat mereka sangat efisien dan jujur dalam bekerja, namun sayangnya gaya mereka masih terlalu Jawa untuk bisa meraih dukungan besar dari rakyat setempat.

Alhasil Gajah Mada sempat ada keraguan dalam mengambil keputusan. Sang Mahapatih Majapahit itu pun akhirnya mengangkat raja bawahan baru di Bali yang didukung oleh gabungan pejabat pemerintahan Majapahit dan Bali.

Baca Juga: Kisah Gajah Mada Mengungkap Rahasia Raja Bali, Kemenangan Cerdas Tanpa Pertumpahan Darah

Dikutip dari Earl Drake pada bukunya “Gayatri Rajapatni: Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit”, Gajah Mada akhirnya memilih Ketut Kresna Kapisan sebagai raja bawahan pertama Majapahit di Bali.

Sosoknya merupakan putra bungsu yang bijaksana dari seorang pendeta brahma yang sangat dihormati Gajah Mada.Ia adalah pilihan tepat untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Majapahit seraya memukau warga Bali dengan tradisi penghormatan orang suci.

Ketika menjalankan tugas-tugasnya sang penguasa baru sedikit sekali mengandalkan para pejabat setia yang diboyong dari Jawa, dan semakin lama semakin mengandalkan pada dua klan Bali setempat yang masih memiliki darah biru Raja Airlangga.

Baca Juga: Kisah Arca Gayatri, Sebuah Warisan Abadi Kerajaan Majapahit

Klan ini diberi tugas sensitif yang terkait dengan sistem kuil dan tatanan desa, melalui dewan tradisional "rumah panjang" yang terdiri dari laki-laki desa yang menikah. Tak heran jika kemegahan dan tampilan Majapahit dengan mulus berpadu dengan adat-istiadat Bali.

Babad sejarah Bali pun direvisi untuk nenjelaskan bagaimana para bangsawan, pangeran, pendeta, pejabat,, dan seniman terhubung dengan kebesaran imperium yang tengah mekar itu pada pendirian keraton dan istananya di Samprangan.

Arsitektur bangunannya memasukkan unsur-unsur Jawa dan Hindu. Namun pernak-pernik dan emblemnya, termasuk keris Ganja Dungkul yang sakral itu, tetap dirancang untuk menciptakan dan memelihara tatanan imperium yang berkiblat pada pusat dunia, yakni Majapahit.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Rahasia Salah Satu Kerajaan...
Rahasia Salah Satu Kerajaan Terkuat di Peru Berasal dari Burung-Burung
Terima Kunjungan Pendeta...
Terima Kunjungan Pendeta Lintas Gereja, Stafsus Menag Ajak Pemuka Agama Jaga Kerukunan
Rekomendasi
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved