Kesaksian Tetangga Kebakaran Gudang Perabotan di Bekasi: Korban Teriak Minta Tolong
Rabu, 03 Juli 2024 - 15:02 WIB
loading...
Kebakaran melanda gudang perabotan di Jalan Tugu, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu (3/7/2024). Foto/SINDOnews
A
A
A
BEKASI - Kebakaran melanda gudang perabotan di Jalan Tugu, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu (3/7/2024). Kebakaran itu menewaskan satu keluarga yang berjumlah lima orang.
Eka, warga sekitar sekaligus tetangga merupakan salah satu saksi dalam kebakaran itu. Menurut Eka, api sudah mulai membakar sejak pukul 07.00 WIB dan merambat sangat cepat.
Baca juga: 5 Korban Tewas Kebakaran Gudang Perabotan di Bekasi Masih Satu Keluarga
"Sebenarnya awalnya nggak besar, cuman karena plastik, sapu lidi itu benar-benar langsung besar, pagernya meleleh," ujar Eka saat ditemui, Rabu (3/7/2024).
Eka menyebut api berawal dari ruang gudang penyimpanan perabotan. Api kemudian merambat ke ruang yang biasa ditinggali keluarga korban hingga menuju tempat karyawan tinggal.
Api yang membesar sangat cepat membuat keluarga korban tak sempat terselamatkan. Saat itu, Eka bahkan sempat mendengar teriakkan permintaan tolong dari Nelly, seorang istri yang tinggal di gudang perabotan itu.
"Saya denger suara si mbak (istri bernama Nelly) dia teriak 'api-api tolong'. Makanya saya gedor-gedor itu pagernya, saya sampai dimarahin karena apinya sudah besar, udah enggak boleh masuk ternyata apinya memang udah besar banget," jelas dia.
Eka, warga sekitar sekaligus tetangga merupakan salah satu saksi dalam kebakaran itu. Menurut Eka, api sudah mulai membakar sejak pukul 07.00 WIB dan merambat sangat cepat.
Baca juga: 5 Korban Tewas Kebakaran Gudang Perabotan di Bekasi Masih Satu Keluarga
"Sebenarnya awalnya nggak besar, cuman karena plastik, sapu lidi itu benar-benar langsung besar, pagernya meleleh," ujar Eka saat ditemui, Rabu (3/7/2024).
Eka menyebut api berawal dari ruang gudang penyimpanan perabotan. Api kemudian merambat ke ruang yang biasa ditinggali keluarga korban hingga menuju tempat karyawan tinggal.
Api yang membesar sangat cepat membuat keluarga korban tak sempat terselamatkan. Saat itu, Eka bahkan sempat mendengar teriakkan permintaan tolong dari Nelly, seorang istri yang tinggal di gudang perabotan itu.
"Saya denger suara si mbak (istri bernama Nelly) dia teriak 'api-api tolong'. Makanya saya gedor-gedor itu pagernya, saya sampai dimarahin karena apinya sudah besar, udah enggak boleh masuk ternyata apinya memang udah besar banget," jelas dia.
Lihat Juga :