Gelar Konsolidasi, RPA Perindo Optimalkan Struktur untuk Program Perlindungan Anak dan Perempuan
Jum'at, 28 Juni 2024 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Ida menyebutkan selama ini sudah menangani pendampingan empat kasus kekerasan pada anak dan perempuan. "Kami sudah menangani 4 kasus, dua kasus sudah selesai di pengadilan. Kesan saya ada rasa kemanusiaan sebagai guru, kami merasa terpanggil. Harapannya bagaimana anak-anak generasi muda diutamakan khususnya dari kalangan tidak mampu. Kami terpanggil untuk melihat mereka secara pribadi, bergabung disini agar dapat belajar secara cuma-cuma," katanya.
Salah satu pengajar di Bimbel gratis RPA Perindo, Regy Oppier (47) mengatakan dirinya berupaya memberikan pendampingan terhadap anak-anak dari ekonomi tidak mampu agar lebih optimal dalam memahami pelajaran yang sudah didapatkan dari sekolah.
"Kelompok belajar ini adalah untuk anak-anak belajar yang dibina RPA Perindo. Mereka mendapatkan pendampingan belajar setiap Jumat dan Sabtu. Kami berharap kegiatan ini berguna agar mereka semakin dapat berprestasi di sekolah dan bisa menjadi juara atau rangking sehingga masa depan mereka lebih cemerlang," kata Regy.
Salah satu pengajar di Bimbel gratis RPA Perindo, Regy Oppier (47) mengatakan dirinya berupaya memberikan pendampingan terhadap anak-anak dari ekonomi tidak mampu agar lebih optimal dalam memahami pelajaran yang sudah didapatkan dari sekolah.
"Kelompok belajar ini adalah untuk anak-anak belajar yang dibina RPA Perindo. Mereka mendapatkan pendampingan belajar setiap Jumat dan Sabtu. Kami berharap kegiatan ini berguna agar mereka semakin dapat berprestasi di sekolah dan bisa menjadi juara atau rangking sehingga masa depan mereka lebih cemerlang," kata Regy.
(abd)
Lihat Juga :