FTUI Resmikan Gedung IDE untuk Mendukung Riset dan Layanan Publik Interdisiplin
Selasa, 25 Juni 2024 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Empat sub-lab lainnya, yakni Photovoltaics Laboratory, Green hydrogen and Fuel Cell Laboratory, Battery Laboratory, dan Electrophotochemistry Laboratory merupakan pusat penelitian terkait pemanfaatan energi matahari dan listrik untuk green energy synthesis.
BSEL yang ada di Lantai 7 dibagi menjadi dua bagian, yaitu ruang kerja simulasi dan sub-lab HPC yang berfokus pada permodelan interaksi sistem biologi yang dilengkapi dengan hardware dan software biomedis mutakhir.
Sementara itu, BAL, termasuk Pertamina Biofuels Laboratory, yang berada di Lantai 8 dan dirancang dengan Biosafety Level (BSL) 1 dan 2, menampung penelitian dengan berbagai objek biologis, seperti fungi dan bakteri. "Laboratorium ini mendapat dukungan dana dari PT Pertamina sekitar 13 miliar rupiah untuk alat dan interior laboratorium," ujarnya.
Dukungan terebut memperkuat riset di bidang Biosystem dan BioEngineering melalui produksi biofuel dan kimia hijau di FTUI.
“Selain lima advanced labs sebagai prinsip fungsionalitas, Gedung IDE juga memiliki prinsip keberlanjutan dengan mengusung konsep green building yang efisien dalam penggunaan energi, air, pencahayaan, dan sirkulasi udara. Material bangunan sebagian besar gedung ini berasal dari bahan daur ulang dan kayu ramah lingkungan bersertifikat," paparnya.
Selain itu, kebijakan zero waste diterapkan melalui water harvesting dan pengolahan limbah yang optimal. "Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, FTUI mempertahankan gelar sebagai kampus teknik terbaik yang menghasilkan lulusan dan riset berkualitas tinggi, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan yang berdampak dan berdaya saing global," katanya.
BSEL yang ada di Lantai 7 dibagi menjadi dua bagian, yaitu ruang kerja simulasi dan sub-lab HPC yang berfokus pada permodelan interaksi sistem biologi yang dilengkapi dengan hardware dan software biomedis mutakhir.
Sementara itu, BAL, termasuk Pertamina Biofuels Laboratory, yang berada di Lantai 8 dan dirancang dengan Biosafety Level (BSL) 1 dan 2, menampung penelitian dengan berbagai objek biologis, seperti fungi dan bakteri. "Laboratorium ini mendapat dukungan dana dari PT Pertamina sekitar 13 miliar rupiah untuk alat dan interior laboratorium," ujarnya.
Dukungan terebut memperkuat riset di bidang Biosystem dan BioEngineering melalui produksi biofuel dan kimia hijau di FTUI.
“Selain lima advanced labs sebagai prinsip fungsionalitas, Gedung IDE juga memiliki prinsip keberlanjutan dengan mengusung konsep green building yang efisien dalam penggunaan energi, air, pencahayaan, dan sirkulasi udara. Material bangunan sebagian besar gedung ini berasal dari bahan daur ulang dan kayu ramah lingkungan bersertifikat," paparnya.
Selain itu, kebijakan zero waste diterapkan melalui water harvesting dan pengolahan limbah yang optimal. "Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, FTUI mempertahankan gelar sebagai kampus teknik terbaik yang menghasilkan lulusan dan riset berkualitas tinggi, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan yang berdampak dan berdaya saing global," katanya.
(cip)
Lihat Juga :