Ahok Mengaku Jauh Lebih Siap Bila Dapat Kesempatan Maju Jadi Gubernur Jakarta Lagi
Sabtu, 22 Juni 2024 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, Ahok menyadari jika dirinya tak bisa memaksakan diri. Ahok melihat ada realitas politik di masyarakat yang kini dilihat sudah tak menghendakinya menjadi pemimpin Jakarta.
"Yang paling orang tidak suka itu, tadi saya dianggap membawa ketidakharmonisan di politik itu sendiri. Kalau nggak ada Ahok kan nggak ada demo, kalau nggak ada Ahok kan nggak ada yang ribut kan? Semua akan adem, akan nyaman-nyaman. Ini gara-gara lu jadi ribut," tuturnya.
Di sisi lain, kata Ahok, partai tempat di mana bernaung saat ini, tidak lagi menjadi parpol pemenang pemilu di Jakarta. Sehingga, sulit baginya untuk mengajukan diri ke PDIP. "Karena partai pendukung saya itu kemungkinan bisa nggak dapat kerja sama untuk memajukan. PDI Perjuangan itu kurang 6 Kursi," tuturnya.
"Politik itu maraton panjang, tapi jabatan itu betul-betul amanah dari Tuhan. Kita mau ngotot kayak apa pun nggak ada guna. Tapi minimal kita menyiapkan ini loh kebijakannya, programnya, visinya, strateginya," katanya.
"Yang paling orang tidak suka itu, tadi saya dianggap membawa ketidakharmonisan di politik itu sendiri. Kalau nggak ada Ahok kan nggak ada demo, kalau nggak ada Ahok kan nggak ada yang ribut kan? Semua akan adem, akan nyaman-nyaman. Ini gara-gara lu jadi ribut," tuturnya.
Di sisi lain, kata Ahok, partai tempat di mana bernaung saat ini, tidak lagi menjadi parpol pemenang pemilu di Jakarta. Sehingga, sulit baginya untuk mengajukan diri ke PDIP. "Karena partai pendukung saya itu kemungkinan bisa nggak dapat kerja sama untuk memajukan. PDI Perjuangan itu kurang 6 Kursi," tuturnya.
"Politik itu maraton panjang, tapi jabatan itu betul-betul amanah dari Tuhan. Kita mau ngotot kayak apa pun nggak ada guna. Tapi minimal kita menyiapkan ini loh kebijakannya, programnya, visinya, strateginya," katanya.
(cip)
Lihat Juga :