alexametrics

Bus Rombongan Wisatawan Asal Demak Terguling, Satu Penumpang Tewas

loading...
Bus Rombongan Wisatawan Asal Demak Terguling, Satu Penumpang Tewas
Proses evakuasi bus pariwisata ARY Jaya di tanjakan Bundelan, Desa Tancep, Ngawen, Gunungkidul, satu penumpang dilaporkan meninggal dalam peristiwa ini. Foto/SINDOnews/Suharjono
A+ A-
GUNUNGKIDUL - Sebuah bus pariwisata Ary Jaya dengan Nomor Polisi AB 7561 AK mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Bundelan, Desa Tancep Gunungkidul, Rabu (1/5/2019) sore. Satu penumpang dilaporkan tewas dalam kecelakaan akibat bus tak kuat menanjak dan terguling.

Menurut penuturan warga setempat, Lasiman, kecelakaan bus terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Bus yang membawa rombongan warga Mranggen, Demak, Jawa Tengah, ini sebelumnya berwisata ziarah di Makam Sunan Pandanaran III di Bayat, Klaten.

Usai ziarah, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan untuk wisata pantai. "Dari penuturan kernet tadi, dari makam rombongan menuju ke pantai. Sopir bus hanya menggunakan peta Google map dan ditunjukkan jalan dengan tanjakan tinggi ini, akhirnya bus tidak kuat," tuturnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu, (1/5/2019).



Dijelaskannya, sopir bus sempat oper ke gigi rendah karena kaget dengan medan yang tanjakannya cukup tinggi dan tidak dilalui bus tersebut. Karena biasanya bus memutar lewat tanjakan Sambeng yang lebih rendah. "Bus melorot, kemudian terguling. Tadi seorang penumpang perempuan meninggal karena terjepit," ulasnya.

Warga pun berbondong-bondong menuju lokasi kejadian. Mereka membantu korban kecelakaan dan beberapa yang mengalami luka dibawa ke Rumah Sakit Islam Cawas, di Klaten.

Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan tunggal tersebut. "Kami juga masih mengumpulkan identitas penumpang, termasuk penumpang yang meninggal dunia, sopir dan kernetnya," ulasnya.

Dia menduga sopir tidak menguasai medan dan terlalu berani naik dari Klaten lewat tanjakan Bundelan tersebut. "Jelas sopir dari keterangan awal, hanya menggunakan Google map. Padahal jalur ini bukan untuk bus dan truk," pungkasnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak