Puluhan Siswa SMP Labschool Kebayoran Dikirim ke Jepang dan Spanyol
Jum'at, 14 Juni 2024 - 20:54 WIB
loading...
A
A
A
"Persiapan misi budaya ini kita ada menggunakan 20 latihan dan pertemuan itu isinya 2-3 jam. Target di sana kita cuma berharap bisa tampil yang terbaik, kita sudah latihan maksimal," paparnya.
Adapun salah satu budaya Lampung yang bakal dipamerkan tersebut berupa Tarian Dapunta Ratu Sekerumong. Tarian itu menggambarkan keanggunan Ratu Sekerumong di saat memimpin Kerajaan Sekala Brak Lampung.
Namun, di masa pemerintahannya bergejolak konflik di saat hadirnya ajaran Islam yang semakin berkembang, hal ini membuat sang Ratu gelisah dan marah. Meski akhirnya sebagai ratu yang bijaksana, ia menerima ajaran Islam di rakyatnya. Kerajaannya pun memasuki masa kejayaannya.
Sementara itu, Dewan Pembina SMP Labschool Kebayoran Arief Rachman menambahkan, misi kebudayaan yang diikuti siswa sekolah itu dinilai penting lantaran pendidikan sejatinya tak hanya mengejar kecerdasan otak belaka, tapi juga menghaluskan perasaan. Apalagi, mereka pun bisa menunjukkan pada negara-negara di dunia jika Indonesia merupakan negara yang besar dengan berbagai macam kebudayaannya.
"Kita punya bahasa beribu-ribu bahasa, kita punya adat-istiadat beratus-ratus adat istiadat. Ini tentu akan jadi pengalaman sangat berharga dan pada akhirnya mereka (para siswa) akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang bermartabat (ke depannya)," katanya.
Adapun salah satu budaya Lampung yang bakal dipamerkan tersebut berupa Tarian Dapunta Ratu Sekerumong. Tarian itu menggambarkan keanggunan Ratu Sekerumong di saat memimpin Kerajaan Sekala Brak Lampung.
Namun, di masa pemerintahannya bergejolak konflik di saat hadirnya ajaran Islam yang semakin berkembang, hal ini membuat sang Ratu gelisah dan marah. Meski akhirnya sebagai ratu yang bijaksana, ia menerima ajaran Islam di rakyatnya. Kerajaannya pun memasuki masa kejayaannya.
Sementara itu, Dewan Pembina SMP Labschool Kebayoran Arief Rachman menambahkan, misi kebudayaan yang diikuti siswa sekolah itu dinilai penting lantaran pendidikan sejatinya tak hanya mengejar kecerdasan otak belaka, tapi juga menghaluskan perasaan. Apalagi, mereka pun bisa menunjukkan pada negara-negara di dunia jika Indonesia merupakan negara yang besar dengan berbagai macam kebudayaannya.
"Kita punya bahasa beribu-ribu bahasa, kita punya adat-istiadat beratus-ratus adat istiadat. Ini tentu akan jadi pengalaman sangat berharga dan pada akhirnya mereka (para siswa) akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia yang bermartabat (ke depannya)," katanya.
(rca)
Lihat Juga :