alexametrics

Ngabalin Diusir Mahasiswa UINSU Saat Beri Kuliah Kebangsaan di Medan

loading...
Ngabalin Diusir Mahasiswa UINSU Saat Beri Kuliah Kebangsaan di Medan
Aliansi Mahasiswa UINSU mengusir Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin saat memberikan kuliah kebangsaan di Aula Kampus I UINSU. Foto/SINDOnews/Liansah Rangkuti
A+ A-
MEDAN - Para mahasiswa yang menamakan Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) mengusir Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin saat memberikan kuliah kebangsaan di Aula Kampus I UINSU.

Ngabalin diusir oleh massa dari Kampus I Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Jalan Sutomo Medan. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, saat Ngabalin menjadi salah satu pemateri kuliah kebangsaan yang bertemakan revolusi industri 4.0.

Tiba tiba terdengar suara teriakan ratusan para mahasiswa yang mengusir. Ngabalin yang mendengar teriakan itu langsung keluar dan mengklarifikasi kehadiran dirinya. Dia mengaku bahwa kedatangannya bukan untuk tujuan politik atau berkampanye.



Alih-alih menenangkan suasana, klarifikasi Ngabalin ditolak para mahasiswa. Terdengar para mahasiswa yang berteriak menyerukan agar Ngabalin pergi.

"Pulang kau, pulang kau, usir, usir, usir," teriak para mahasiswa, Kamis (21/3/2019).

Mendengar teriakan itu, Ngabalin hanya tersenyum lalu meninggalkan acara tersebut.

Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa UINSU Boby Harahap mengatakan aksi ini sengaja dilakukan untuk menjaga independensi kampus. Sebab Ngabalin dinilai sebagai bagian dari Tim Kampanye Nasional paslon 01.

"Tim siapapun yang datang ke kampus akan di usir. Karena kampus adalah tempat mahasiswa untuk belajar," kata Boby, di depan para awak media yang hadir di lokasi Kampus itu. Kamis (21/3/2019).

"Tidak boleh kampus dijadikan tempat sebagai lahan politik praktis dan untuk kepentingan pribadi," sambungnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak