alexametrics

Klaten Terendam Banjir, Pasokan BBM Dijamin Aman

loading...
Klaten Terendam Banjir, Pasokan BBM Dijamin Aman
Pertamina memastikan kelancaran penyaluran BBM dan LPG bagi korban banjir di Kabupaten Klaten. Foto/Taufik Budi
A+ A-
SEMARANG - Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng), dipastikan tak mengganggu pasokan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, korban banjir juga tak perlu khawatir kesulitan memasak, karena ketersediaan LPG dipastikan cukup.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta memastikan kelancaran penyaluran BBM dan LPG bagi korban banjir. Melalui SPBU 44.574.22 di Kecamatan Cawas, Pertamina menyiapkan sebanyak 41 kiloliter produk Pertalite, 16 kiloliter Pertamax dan 16 Kiloliter Biosolar untuk memenuhi kebutuan BBM masyarakat. (Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor di Klaten, Puluhan Desa Terdampak)

Sedangkan untuk penyaluran LPG di Kabupaten Klaten, Pertamina memiliki 13 agen dan 1.301 pangkalan yang siap melayani kebutuhan masyarakat. Sementara penyaluran rata-rata sebanyak 38.707 tabung LPG 3kg setiap harinya.



"Sarana dan fasilitas Pertamina di wilayah Klaten tidak terdampak bencana banjir, sehingga kami dapat secara optimal. Pemenuhan kebutuhan BBM berasal dari Terminal BBM Boyolali sedangkan untuk LPG kami terus memonitor ke-13 agen di Kabupaten Klaten untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sana," ujar Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, Jumat (8/3/2019).

Dia menambahkan, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan aparat dan pemerintah setempat untuk mengawasi penyaluran BBM dan LPG di Kabupaten Klaten. (Baca Juga: Diguyur Hujan Deras 2 Hari, 15 Kabupaten di Jatim Terkepung Banjir)

“Kami berharap seluruh pihak dapat membantu kami untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG khususnya bagi para korban bencana banjir," tutupnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak