TBF Yakin Noer Fajrieansyah Masih Memiliki Kans Maju Pilkada Jakarta 2024
Rabu, 22 Mei 2024 - 22:16 WIB
loading...
Temen Bang Fajrie (TBF) yakin Noer Fajrieansyah masih memiliki kans maju dalam Pilkada Jakarta 2024. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Temen Bang Fajrie (TBF) yakin Noer Fajrieansyah masih memiliki kans maju dalam Pilkada Jakarta 2024. TBF mencontohkan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2012 dan 2017.
Koordinator TBF Rachmat Ariyanto mengungkapkan bahwa Jokowi berhasil memenangkan Pilkada Jakarta 2012 sekalipun kekuatan politik justru lebih berpihak kepada pesaingnya, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara). Apalagi, modal awal cuma elektabilitas sebesar 5%.
"Pilkada 2017, Anies Baswedan popularitasnya cuma 10%. Banyak faktornya, (seperti) bukan kader parpol, pernah jabat menteri dan di-reshuffle, dan proses politiknya mengantarkan Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno. Lawannya enggak main-main, Ahok. Semua variabel kekuasaan ada di Ahok, tapi warga DKI memilih Anies," ujarnya saat bersilaturahmi dengan keluarga besar kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2024) malam.
Baca juga: Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Hal tersebut yang membuat kelompok relawan Fajrie berkeyakinan jagoannya masih memiliki kesempatan sekalipun gagal mendaftar pada kesempatan pertama atau melalui jalur independen. Apalagi, nama-namanya kandidat yang masuk radar calon gubernur (cagub) Jakarta memiliki popularitas dan elektabilitas yang dominan.
Kemudian, preferensi politik masyarakat Jakarta cukup unik karena tidak kuat pada blok politik tertentu. Misalnya, perolehan suara Anies di Jakarta pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tidak dominan, begitu juga dengan Ganjar Pranowo, yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"PDIP yang katanya (punya kursi) DPRD-nya banyak, Ganjar enggak menang juga. Artinya, masyarakat Jakarta unik," ungkapnya.
Koordinator TBF Rachmat Ariyanto mengungkapkan bahwa Jokowi berhasil memenangkan Pilkada Jakarta 2012 sekalipun kekuatan politik justru lebih berpihak kepada pesaingnya, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara). Apalagi, modal awal cuma elektabilitas sebesar 5%.
"Pilkada 2017, Anies Baswedan popularitasnya cuma 10%. Banyak faktornya, (seperti) bukan kader parpol, pernah jabat menteri dan di-reshuffle, dan proses politiknya mengantarkan Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno. Lawannya enggak main-main, Ahok. Semua variabel kekuasaan ada di Ahok, tapi warga DKI memilih Anies," ujarnya saat bersilaturahmi dengan keluarga besar kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2024) malam.
Baca juga: Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Hal tersebut yang membuat kelompok relawan Fajrie berkeyakinan jagoannya masih memiliki kesempatan sekalipun gagal mendaftar pada kesempatan pertama atau melalui jalur independen. Apalagi, nama-namanya kandidat yang masuk radar calon gubernur (cagub) Jakarta memiliki popularitas dan elektabilitas yang dominan.
Kemudian, preferensi politik masyarakat Jakarta cukup unik karena tidak kuat pada blok politik tertentu. Misalnya, perolehan suara Anies di Jakarta pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tidak dominan, begitu juga dengan Ganjar Pranowo, yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"PDIP yang katanya (punya kursi) DPRD-nya banyak, Ganjar enggak menang juga. Artinya, masyarakat Jakarta unik," ungkapnya.
Lihat Juga :