Gempa Bumi Magnitudo 5,3 Guncang Mamberamo Tengah, Tidak Berpotensi Tsunami
Selasa, 21 Mei 2024 - 16:41 WIB
loading...
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang Kabupaten Mamberamo Tengah, Selasa (21/5/2024) pukul 17.31.58 WIT. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAYAPURA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang Kabupaten Mamberamo Tengah , Selasa (21/5/2024) pukul 17.31.58 WIT.
Data pihak BMKG, gempa tektonik ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,2. Episenter, terletak pada koordinat 2,19° LS ; 138,20° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 22 Km arah TimurLaut Kasonaweja, Papua pada kedalaman 16 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar naik (Anjak) Mamberamo,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono SSi MSi dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga; Kerusuhan Pecah di Mamberamo Tengah, Dipicu Pembagian Dana Desa
Dia menegaskan gempa bumi tersebut tidak berpotensj Tsunami. Warga diimbau tetap tenang dan hanya mempercayai informasi dari BMKG. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelas Daryono.
Data pihak BMKG, gempa tektonik ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,2. Episenter, terletak pada koordinat 2,19° LS ; 138,20° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 22 Km arah TimurLaut Kasonaweja, Papua pada kedalaman 16 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar naik (Anjak) Mamberamo,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono SSi MSi dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga; Kerusuhan Pecah di Mamberamo Tengah, Dipicu Pembagian Dana Desa
Dia menegaskan gempa bumi tersebut tidak berpotensj Tsunami. Warga diimbau tetap tenang dan hanya mempercayai informasi dari BMKG. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelas Daryono.
Lihat Juga :