Kisah Arya Damar, Ahli Mesiu Kerajaan Majapahit yang Menaklukkan Bali

Senin, 20 Mei 2024 - 06:24 WIB
loading...
Kisah Arya Damar, Ahli...
Kerajaan Majapahit berhasil menaklukkan Bali di masa Gajah Mada. Foto/Ilustrasi
A A A
Kerajaan Majapahit berhasil menaklukkan Bali di masa Gajah Mada. Setelah penaklukan Bali itu, Majapahit menyerahkan otoritas pemerintahan Bali ke saudara Arya Damar, yang membantu penaklukkan wilayah Bali.

Arya Damar menjadi pengelola atau orang yang diberi wewenang menjalankan pemerintahan di wilayah Bali. Saudara-saudara Arya Damar, seperti Arya Kenceng, Arya Kutawandira, Arya Sentong dan Arya Belog.

Arya Kenceng, memimpin saudara-saudaranya untuk memerintah Bali di bawah otoritas Majapahit.Ia lalu menjadi leluhur raja-raja Bali dari rumah-rumah Kerajaan Tabanan dan Badung.

Baca Juga: Kisah Prabu Siliwangi Tergoda Kecantikan Wanita Muslim dan Rela Nikah Beda Agama

Sejak inilah, Kerajaan Bali selain menjadi kerajaan bawahan Majapahit, juga sangat terpengaruh oleh budaya Jawa, dikisahkan dari "Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit di Luar Jawa dan Luar Negeri".

Di dalam Canto 14 Nagarakretagama, yang disusun pada masa pemerintahan Hayam Wuruk sekitar tahun 1365 M, menyebutkan beberapa tempat di Bali yang menjadi daerah bawahan Majapahit, yaitu Bedahulu dan Lwa Gajah, yang diidentifikasikan sebagai Goa Gajah.

Wilayah Ibu Kota Majapahit yang ada di Bali ini didirikan di Samprangan lalu Gelgel. Ketika Raja Hayam Wuruk mangkat pada tahun 1389 M, Majapahit secara bertahap memasuki periode kemunduran yang diperparah oleh adanya konflik.

Baca Juga: Kisah Tanakung dan Mpu Dusun, 2 Pujangga Terlupakan di Masa Kerajaan Majapahit

Kemudian peperangan antar sesama anggota kerajaan untuk memperebutkan takhta kekuasaan, di antaranya adalah Perang Paregreg. Tapi prahara di tahun 1468 M, antar dua keluarga penerus Majapahit berkonflik.

Pangeran Kertabhumi melakukan penyerangan kepada Raja Singhawikramawardhana. Kertabhumi berhasil menguasai Trowulan, Ibu Kota Majapahit.Lalu Raja Singhawikramawardhana yang kalah membangun di Daha (bekas ibu kota Kadiri).

Dengan demikian, saat itu Majapahit telah terbelah menjadi dua; Majapahit timur dan barat. Singhawikramawardhana lalu digantikan oleh putranya Ranawijaya, atau yang dikenal dengan Girindawardhana pada tahun 1474 M, yang memerintah dari Daha.

Guna menjaga pengaruh Majapahit dan kepentingan ekonominya, Prabu Kertabhumi menganugerahi hak dagang pedagang Muslim di pantai utara Jawa, sebuah tindakan yang semakin membuka peluang bagi menguatnya Kesultanan Demak yang berdiri beberapa dekade berikutnya.

Kebijakan ini berhasil meningkatkan ekonomi dan pengaruh Majapahit, tetapi semakin melemahkan posisi Hindu-Buddha sebagai agama utama Majapahit, karena agama Islam lebih cepat menyebar luas dan bebas di Jawa.

Menguatnya Islam dan melemahnya Hindu-Buddha ini menjadi keluhan para pemeluk agama Hindu-Buddha. Karenanya, para pemeluk agama Hindu- Buddha ini mendesak Ranawijaya untuk mengalahkan Prabu Kertabhumi atau Bhrawijaya V.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Polisi Usut Penyandang...
Polisi Usut Penyandang Dana hingga Penyewa Gedung Hayam Wuruk yang Jadi Markas Judi Online
Sindikat Judi Online...
Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, Sewa Kantor untuk Setahun
275 WNA Jadi Tersangka...
275 WNA Jadi Tersangka Judi Online usai Penggerebekan di Hayam Wuruk Jakbar
Rekomendasi
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketua Umum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved