Ditinggal Istri dan Tanpa Anak, Buruh Tani asal Pasuruan Berhasil Wujudkan Impian Naik Haji
Jum'at, 17 Mei 2024 - 20:13 WIB
loading...
Abdul Hari (85), buruh tani asal Pasuruan, Jawa Timur berhasil mewujudkan impiannya untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Foto/iNews TV/Jaka Samudra
A
A
A
PASURUAN - Seorang kakek berusia 85 tahun asal Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur berhasil mewujudkan impiannya untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci.
Impian kakek bernama Abdul Hari ini, diwujudkannya sendiri setelah menyisihkan uang selama bertahun-tahun dari hasil bekerja sebagai buruh tani dan berjualan kayu asam.
Baca juga: 20 Tahun Nabung, Siti Marsifah Penjual Sayur Keliling di Tuban Berangkat Ibadah Haji
Dalam kesehariannya, Abdul Hari tinggal di sebuah gubug reyot berukuran 3x5 meter seorang diri, setelah istrinya meninggalkannya tanpa di karunia anak.
"Iya hidup sendiri sebatang kara," ucap keponakan Abdul Hari, Julaikha, Jumat (17/5/2024).
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Abdul Hari pun memasak dengan cara tradisional yakni menggunakan tungku.
Meski hidup dalam keterbatasan, namun hal itu tidak memadamkan semangat Abdul Hari untuk pergi beribadah haji.
Baca juga: Kisah Tukang Parkir Naik Haji setelah Bertahun-tahun Menabung di Celengan Kotak Kayu
Sebagai seorang buruh tani, Abdul Hari mendapat upah sebesar Rp40 ribu dan sebagian dari uang tersebut ditabungnya.
"Sehari harinya kerja ke orang di sawah," ujar Julaikha.
Dari hasil kerjanya tersebut, Abdul Hari sisihkan untuk menabung agar bisa pergi ibadah haji. Dirinya pun mulai mendaftarkan haji pada tahun 2018.
"Uangnya itu terus ditabung mulai dari 2018," ungkapnya.
Saat ini, Abdul Hari tercatat sebagai calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) 32 dan akan berangkat haji pada 18 Mei 2024 mendatang.
Impian kakek bernama Abdul Hari ini, diwujudkannya sendiri setelah menyisihkan uang selama bertahun-tahun dari hasil bekerja sebagai buruh tani dan berjualan kayu asam.
Baca juga: 20 Tahun Nabung, Siti Marsifah Penjual Sayur Keliling di Tuban Berangkat Ibadah Haji
Dalam kesehariannya, Abdul Hari tinggal di sebuah gubug reyot berukuran 3x5 meter seorang diri, setelah istrinya meninggalkannya tanpa di karunia anak.
"Iya hidup sendiri sebatang kara," ucap keponakan Abdul Hari, Julaikha, Jumat (17/5/2024).
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Abdul Hari pun memasak dengan cara tradisional yakni menggunakan tungku.
Meski hidup dalam keterbatasan, namun hal itu tidak memadamkan semangat Abdul Hari untuk pergi beribadah haji.
Baca juga: Kisah Tukang Parkir Naik Haji setelah Bertahun-tahun Menabung di Celengan Kotak Kayu
Sebagai seorang buruh tani, Abdul Hari mendapat upah sebesar Rp40 ribu dan sebagian dari uang tersebut ditabungnya.
"Sehari harinya kerja ke orang di sawah," ujar Julaikha.
Dari hasil kerjanya tersebut, Abdul Hari sisihkan untuk menabung agar bisa pergi ibadah haji. Dirinya pun mulai mendaftarkan haji pada tahun 2018.
"Uangnya itu terus ditabung mulai dari 2018," ungkapnya.
Saat ini, Abdul Hari tercatat sebagai calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) 32 dan akan berangkat haji pada 18 Mei 2024 mendatang.
(shf)
Lihat Juga :