Motif Pembunuhan Mayat Terbungkus Sarung di Tangsel, Polisi: Pelaku Sakit Hati
Senin, 13 Mei 2024 - 15:21 WIB
loading...
Motif pembunuhan keponakan terhadap sang paman yang jasadnya ditemukan terbungkus di dalam sarung di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) diduga karena sakit hati. Foto/MPI
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Motif pembunuhan keponakan terhadap sang paman yang jasadnya ditemukan terbungkus di dalam sarung di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) diduga karena sakit hati. Sikap korban dianggap terhadap pelaku dianggap sebagai pemicu.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Titus Yudho Ully mengatakan pelaku berinisal AH (23) melakukan pembunuhan diduga karena sakit hati.
Baca juga: Terkuak! Mayat Terbungkus Sarung di Tangsel Dibunuh Keponakan Sendiri
"Kalau motifnya itu dia sakit hati. Jadi kalau si pelaku ini kan masih keponakan, dia kerja bareng sama si korban, jaga toko Madura itu," ujar Titus saat dikonfirmasi, Senin (13/5/2024).
Pelaku merasa korban yang merupakan pamannya memperlakukan dirinya dengan sewenang-wenang. Korban dianggap sering memarahi pelaku yang tidak bagus dalam bekerja meski pun telah berusaha sangat keras.
"Jadi dia itu sering dimarahi. Itu kan tokonya 24 jam dia kayak merasa udah kerja bagus. Kayak tidur subuh-subuh dibangungin 'lu kalau kerja lu tidur aja jangan di sini' begitu beberapa kali," jelasnya.
Kemudian puncaknya pada hari Kamis Subuh. Pelaku membangunkan korban dengan cara yang dianggap membuat kesal dengan menarik sarung.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Titus Yudho Ully mengatakan pelaku berinisal AH (23) melakukan pembunuhan diduga karena sakit hati.
Baca juga: Terkuak! Mayat Terbungkus Sarung di Tangsel Dibunuh Keponakan Sendiri
"Kalau motifnya itu dia sakit hati. Jadi kalau si pelaku ini kan masih keponakan, dia kerja bareng sama si korban, jaga toko Madura itu," ujar Titus saat dikonfirmasi, Senin (13/5/2024).
Pelaku merasa korban yang merupakan pamannya memperlakukan dirinya dengan sewenang-wenang. Korban dianggap sering memarahi pelaku yang tidak bagus dalam bekerja meski pun telah berusaha sangat keras.
"Jadi dia itu sering dimarahi. Itu kan tokonya 24 jam dia kayak merasa udah kerja bagus. Kayak tidur subuh-subuh dibangungin 'lu kalau kerja lu tidur aja jangan di sini' begitu beberapa kali," jelasnya.
Kemudian puncaknya pada hari Kamis Subuh. Pelaku membangunkan korban dengan cara yang dianggap membuat kesal dengan menarik sarung.
Lihat Juga :