Cerita Nakes Jalan Kaki di Titik Terisolir Luwu Demi Melayani Korban Banjir dan Longsor
Senin, 06 Mei 2024 - 18:13 WIB
loading...
Tenaga kesehatan (Nakes) harus jalan kaki menembus daerah terisolir di Luwu, Sulsel guna melayani masyarakat korban banjir bandang dan tanah longsor. Foto/Ist
A
A
A
LUWU - Tenaga kesehatan (Nakes) harus jalan kaki menembus daerah terisolir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) guna melayani masyarakat korban banjir bandang dan tanah longsor.
Meraka awalnya disiagakan di Posko Induk Penanganan Bencana Luwu. Selanjutnya para Nakes berjalan kaki untuk melayani warga yang terdampak banjir dan tanah longsor, termasuk di titik yang masih terisolir di Kecamatan Latimojong, Luwu.
Baca juga: Helikopter Pembawa Bantuan Akhirnya Mendarat di Latimojong Luwu, 8 Warga Dievakuasi
"Tadi teman-teman nakes jalan kaki ke Desa Tibussan, Kecamatan Latimojong. Karena memang belum bisa dijangkau oleh kendaraan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, Senin (6/5/2024).
Dia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh nakes yang rela berjalan kaki demi memberikan pelayanan kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak musibah banjir dan longsor.
Meraka awalnya disiagakan di Posko Induk Penanganan Bencana Luwu. Selanjutnya para Nakes berjalan kaki untuk melayani warga yang terdampak banjir dan tanah longsor, termasuk di titik yang masih terisolir di Kecamatan Latimojong, Luwu.
Baca juga: Helikopter Pembawa Bantuan Akhirnya Mendarat di Latimojong Luwu, 8 Warga Dievakuasi
"Tadi teman-teman nakes jalan kaki ke Desa Tibussan, Kecamatan Latimojong. Karena memang belum bisa dijangkau oleh kendaraan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, Senin (6/5/2024).
Dia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh nakes yang rela berjalan kaki demi memberikan pelayanan kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak musibah banjir dan longsor.
Lihat Juga :