Penganiayaan Mahasiswa STIP Berlangsung saat Jam Kegiatan Belajar
Minggu, 05 Mei 2024 - 06:50 WIB
loading...
Tersangka Tegar Rafi Sanjaya (21) merupakan mahasiswa tingkat dua atau senior korban. Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Penganiayaan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Utara Putu Satria Ananta Rustika (19) hingga tewas terjadi saat kegiatan pelajaran. Tersangka Tegar Rafi Sanjaya (21) merupakan mahasiswa tingkat dua atau senior korban.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Putu Satria tewas diduga dianiaya Tegar di kamar mandi. “Untuk tingkat dua memang lagi ada kegiatan pelajaran, untuk tingkat satu saat itu kegiatannya olahraga,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian, Minggu (5/5/2024).
Putu saat itu bersama empat mahasiswa tingkat satu lainnya yang dikumpulkan di kamar mandi oleh para seniornya. Putu merupakan junior yang pertama mendapatkan pemukulan.
Baca juga: Kasus Kematian Taruna STIP, Polisi Tetapkan TRS Tersangka Tunggal
"Si korban ini bersama teman-temannya ini, lima oranglah mereka itu menuju ke kamar untuk memanggil rekan-rekannya yang tertinggal atau tidak mengikuti kegiatan olahraga. Begitu turun, ketemu sama tingkat dua, mungkin ada yang salah, dilihatnya menggunakan pakaian olahraga, dipanggil oleh senior-seniornya itu," jelasnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Putu Satria tewas diduga dianiaya Tegar di kamar mandi. “Untuk tingkat dua memang lagi ada kegiatan pelajaran, untuk tingkat satu saat itu kegiatannya olahraga,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian, Minggu (5/5/2024).
Putu saat itu bersama empat mahasiswa tingkat satu lainnya yang dikumpulkan di kamar mandi oleh para seniornya. Putu merupakan junior yang pertama mendapatkan pemukulan.
Baca juga: Kasus Kematian Taruna STIP, Polisi Tetapkan TRS Tersangka Tunggal
"Si korban ini bersama teman-temannya ini, lima oranglah mereka itu menuju ke kamar untuk memanggil rekan-rekannya yang tertinggal atau tidak mengikuti kegiatan olahraga. Begitu turun, ketemu sama tingkat dua, mungkin ada yang salah, dilihatnya menggunakan pakaian olahraga, dipanggil oleh senior-seniornya itu," jelasnya.
Lihat Juga :