Polisi Dalami Tewasnya Mahasiswa STIP yang Diduga Dianiaya Senior
Jum'at, 03 Mei 2024 - 20:50 WIB
loading...
Seorang siswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) berinisial P meninggal dunia pada Jumat (3/5/2024) sekitar Pukul 08.00 WIB. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) berinisial P meninggal dunia pada Jumat (3/5/2024) sekitar pukul 08.00 WIB. Pihak kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan menduga ada aksi kekerasan dari siswa senior terhadap korban.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan awalnya Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan polisi meninggalnya seseorang berinisial P yang meninggal di Rumah Sakit Taruma Jaya. Baca juga: Diduga Dianiaya Senior, Mahasiswa STIP Tewas di Lingkungan Kampus
P disebut Gidion seorang mahasiswa STIP perantauan dengan asal daerah Bali. Pihak keluarga korban sudah diberitahu terkait kejadian yang menimpa anaknya dan sudah membuat laporan ke pihak kepolisian.
"Yang bersangkutan adalah salah satu siswa tingkat satu di STIP. Kemudian, kita lakukan penelusuran, kita lakukan koordinasi dengan pihak sekolah memang benar bahwa yang bersangkutan adalah siswa dari STIP yang ada di Cilincing," ujar Gidion kepada wartawan Jumat (3/5/2024).
Terkait penyebab meninggalnya korban dijelaskan Gidion masih ditelusuri. Pihaknya melakukan pemeriksaan laboratorium dengan secara forensik, pemeriksaan secara visum oleh dokter yang kompeten di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mengetahui sebab kematian.
"Ada dugaan akibat kekerasan yang dilakukan oleh oknum senior tingkat dua dalam kegiatan tadi pagi. Kami masih mendalami secara utuh bagaimana rangkaian peristiwanya," ungkap Gidion.
Gidion menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut karena penyidik harus menyamakan CCTV dengan keterangan berbagai pihak.
"Saya rasa CCTV cukup clear untuk menceritakan peristiwa itu, karena salah satu kejadian dilihat di kamar mandi. Artinya, ini kegiatan yang tidak dilakukan secara resmi oleh lembaga, ini kegiatan perorangan oleh mereka jadi tidak dilakukan terstruktur berdasarkan kurikulum. Tapi, inisiasi dari pada siswa," jelasnya.
Korban disebut Gidion meninggal saat diperiksa oleh klinik di sekolah setempat sudah dalam kondisi tidak bernadi atau nadi sudah berhenti atau tanda hilangnya nyawa.
"Senior yang diduga melakukan tindakan penganiayaan sudah diamankan, sementara masih dalam pemeriksaan nanti akan ada mengerucut mengarah siapa yang sebenarnya melakukan kekerasan kepada korban," paparnya.
Pihak kepolisian juga menemukan luka lebam pada tubuh korban. "Ada luka bekas kekerasan ada di bagian sekitar ulu hati. Bukan benda tumpul tapi luka tumpul," kata Gidion. Baca juga: Mau daftar Sekolah Kedinasan STIP Jakarta? Berikut Jurusan dan Persyaratannya
Gidion mengungkapkan pemeriksaan terhadap saksi terus dilakukan oleh pihak penyidik. "Hari ini kita bisa meriksa 10 orang lebih untuk menceritakan peristiwa yang terjadi," pungkas Gidion.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan awalnya Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan polisi meninggalnya seseorang berinisial P yang meninggal di Rumah Sakit Taruma Jaya. Baca juga: Diduga Dianiaya Senior, Mahasiswa STIP Tewas di Lingkungan Kampus
P disebut Gidion seorang mahasiswa STIP perantauan dengan asal daerah Bali. Pihak keluarga korban sudah diberitahu terkait kejadian yang menimpa anaknya dan sudah membuat laporan ke pihak kepolisian.
"Yang bersangkutan adalah salah satu siswa tingkat satu di STIP. Kemudian, kita lakukan penelusuran, kita lakukan koordinasi dengan pihak sekolah memang benar bahwa yang bersangkutan adalah siswa dari STIP yang ada di Cilincing," ujar Gidion kepada wartawan Jumat (3/5/2024).
Terkait penyebab meninggalnya korban dijelaskan Gidion masih ditelusuri. Pihaknya melakukan pemeriksaan laboratorium dengan secara forensik, pemeriksaan secara visum oleh dokter yang kompeten di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mengetahui sebab kematian.
"Ada dugaan akibat kekerasan yang dilakukan oleh oknum senior tingkat dua dalam kegiatan tadi pagi. Kami masih mendalami secara utuh bagaimana rangkaian peristiwanya," ungkap Gidion.
Gidion menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut karena penyidik harus menyamakan CCTV dengan keterangan berbagai pihak.
"Saya rasa CCTV cukup clear untuk menceritakan peristiwa itu, karena salah satu kejadian dilihat di kamar mandi. Artinya, ini kegiatan yang tidak dilakukan secara resmi oleh lembaga, ini kegiatan perorangan oleh mereka jadi tidak dilakukan terstruktur berdasarkan kurikulum. Tapi, inisiasi dari pada siswa," jelasnya.
Korban disebut Gidion meninggal saat diperiksa oleh klinik di sekolah setempat sudah dalam kondisi tidak bernadi atau nadi sudah berhenti atau tanda hilangnya nyawa.
"Senior yang diduga melakukan tindakan penganiayaan sudah diamankan, sementara masih dalam pemeriksaan nanti akan ada mengerucut mengarah siapa yang sebenarnya melakukan kekerasan kepada korban," paparnya.
Pihak kepolisian juga menemukan luka lebam pada tubuh korban. "Ada luka bekas kekerasan ada di bagian sekitar ulu hati. Bukan benda tumpul tapi luka tumpul," kata Gidion. Baca juga: Mau daftar Sekolah Kedinasan STIP Jakarta? Berikut Jurusan dan Persyaratannya
Gidion mengungkapkan pemeriksaan terhadap saksi terus dilakukan oleh pihak penyidik. "Hari ini kita bisa meriksa 10 orang lebih untuk menceritakan peristiwa yang terjadi," pungkas Gidion.
(kri)
Lihat Juga :