Kisah Raden Wijaya Taklukkan Mongol hingga Jadi Raja Majapahit Bergelar Kertarajasa Jayawardhana

Minggu, 21 April 2024 - 06:32 WIB
loading...
Kisah Raden Wijaya Taklukkan...
Raden Wijaya dibantu pasukan dari Arya Wiraraja berhasil menaklukkan Tentara Tartar Mongol. Foto/Ilustrasi/Instagram @ainusantara
A A A
Raden Wijaya dibantu pasukan dari Arya Wiraraja berhasil menaklukkan Tentara Tartar. Pasukan itu terkenal sulit ditaklukkan terpaksa kalah dalam sebuah pertempuran di Pulau Jawa. Armada laut dan kekuatan pasukan Tartar Mongol berhasil dilumpuhkan.

Di pantai, armada pasukan Jawa yang dipimpin oleh Rakryan Mantri Arya Adikara juga menghancurkan sejumlah kapal Mongol. Pasukan Mongol mundur secara kacau, karena angin muson yang dapat membawa mereka pulang akan segera berakhir, sehingga mereka terancam terjebak di Pulau Jawa untuk enam bulan berikutnya.

Setelah semua pasukan naik ke kapal di pesisir, mereka bertarung di laut dengan armada Jawa. Armada pasukan Jawa pun berhasil menghalau mereka untuk berlayar ke Quanzhou selama 68 hari. Akibat dari serangan itu, pasukan Mongol kehilangan 3.000 prajurit terbaiknya, dengan total 12.000-18.000 terbunuh, dengan jumlah orang yang ditawan tidak diketahui dan sejumlah kapal hancur.

Pada Juni 1293, pasukan tersebut tiba di Cina, dikutip dari "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M : Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit". Mereka membawa anak-anak Jayakatwang dan beberapa perwiranya, yang berjumlah lebih dari 100. Mereka juga memperoleh peta negara, catatan populasi, dan sebuah surat dengan huruf emas yang dituliskan oleh sang raja.

Baca Juga: Kekalahan Raden Wijaya Runtuhkan Kekuasaan Raja Kertanegara

Pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293 dilakukan penobatan Raden Wijaya atau Sanggramawijaya, atau Dyah Wijaya dinobatkan sebagai raja baru, sekaligus raja pertama di Kerajaan Majapahit.

Hari itu pun menjadi tanggal kelahiran Kerajaan Majapahit yang baru berdaulat setelah berhasil menggulingkan Kadiri, dan mengusir bangsa Mongol yang menginvasi Jawa. Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja pertama dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.

Raden Wijaya kemudian memindahkan ibu kota ke Trowulan, yang sekarang merupakan kecamatan di wilayah perbatasan Mojokerto-Jombang, Jawa Timur. Mengapa Raden Wijaya mengambil nama abhiseka Kertarajasa Jayawardhana, dijelaskan dalam prasasti tahun 1305 M bagian II30.

Dikatakan bahwa nama beliau terdiri dari beberapa suku kata yang dapat dipecah menjadi empat kata yakni: kerta, rajasa, jaya dan wardhana. Unsur kerta mengandung arti bahwa Raden Wijaya memperbaiki Pulau Jawa dari kekacauan, yang ditimbulkan oleh penjahat-penjahat dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat sama dengan matahari yang menerangi bumi.

Unsur rajasa mengandung arti bahwa Raden Wijaya berjaya mengubah suasana gelap menjadi terang benderang akibat kemenangannya terhadap musuh, dengan kata lain Raden Wijaya adalah penggempur musuh.

Unsur jaya mengandung arti bahwa Raden Wijaya mempunyai lambang kemenangan, berupa senjata tombak berujung mata tiga (Trisula muka), karena senjata itu segenap musuh hancur lebur. Sementara, unsur wardhana mengandung arti, bahwa Raden Wijaya menghidupkan agama, melipat gandakan hasil bumi, bagi kesejahteraan rakyatnya.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved