Manfaatkan Lahan Kosong, Jadikan Agrowisata Labu Madu
Senin, 17 Agustus 2020 - 07:43 WIB
loading...
Manfaatkan Lahan Kosong, Jadikan Agrowisata Labu Madu. Foto/SINDOnews/Suryono Suk
A
A
A
PEKALONGAN - Banyak lahan kosong yang belum tergarap secara maksimal. Agar lebih bermanfaat, Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan menggagas agrowisata petik labu madu (cucurbita moschata) di Desa Sinangohprendeng, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
"Jika di beberapa tempat di Pekalongan ada banyak lahan pertanian dan perkebunan yang masih belum tergarap maksimal, kami mencoba mengembangkan agrowisata petik buah labu madu. Dan ini bisa di duplikasi dibeberapa tempat di wilayah Kabupaten Pekalongan," kata Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten, di kebun labu madu, Minggu (16/08/2020).
Ia mengatakan buah labu madu yang dikenal dengan sebutan "pumpkins butternut" atau "butternut squash" itu berbentuk seperti kacang tanah dengan ukuran besar.
Labu ini memiliki rasa yang manis dengan tekstur lembut serta mengandung serat yang tinggi, antioksidan, beta-carotene, vitamin A, dan vitamin B kompleks.
Bahkan, kata dia, buah labu madu diyakini sangat baik jika dimanfaatkan sebagai makanan pendamping air susu ibu (ASI) untuk bayi.
"Tingkat kemanisan akan semakin meningkat setelah buah disimpan minimal dua bulan. Daya simpan buah juga bisa mencapai enam bulan," kata Gus Eko sapaan akrabnya.
Terkait rencana pengembangan agrowisata petik buah labu madu, dia mengatakan hal itu sangat memungkinkan karena di wilayah Kabupaten Pekalongan, 60 persen wilayahnya adalah pertanian.
"Jika di beberapa tempat di Pekalongan ada banyak lahan pertanian dan perkebunan yang masih belum tergarap maksimal, kami mencoba mengembangkan agrowisata petik buah labu madu. Dan ini bisa di duplikasi dibeberapa tempat di wilayah Kabupaten Pekalongan," kata Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten, di kebun labu madu, Minggu (16/08/2020).
Ia mengatakan buah labu madu yang dikenal dengan sebutan "pumpkins butternut" atau "butternut squash" itu berbentuk seperti kacang tanah dengan ukuran besar.
Labu ini memiliki rasa yang manis dengan tekstur lembut serta mengandung serat yang tinggi, antioksidan, beta-carotene, vitamin A, dan vitamin B kompleks.
Bahkan, kata dia, buah labu madu diyakini sangat baik jika dimanfaatkan sebagai makanan pendamping air susu ibu (ASI) untuk bayi.
"Tingkat kemanisan akan semakin meningkat setelah buah disimpan minimal dua bulan. Daya simpan buah juga bisa mencapai enam bulan," kata Gus Eko sapaan akrabnya.
Terkait rencana pengembangan agrowisata petik buah labu madu, dia mengatakan hal itu sangat memungkinkan karena di wilayah Kabupaten Pekalongan, 60 persen wilayahnya adalah pertanian.
Lihat Juga :