Menparekraf Sandiaga Uno Resmikan dan Dukung Wisata Quran di Bandung
Jum'at, 05 April 2024 - 16:48 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno melepas Jelajah Masjid Indonesia, program yang digagas dan dilaksanakan Syaamil. Foto/Agus Warsudi
A
A
A
BANDUNG - Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan dan mendukung Wisata Quran di Syamil Quran, Jalan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung , Kamis (4/4/2024). Dukungan Sandiaga Uno itu wujud kepedulian negara terhadap perkembangan pariwisata, khususnya wisata religi.
Saat tiba di Syamil, Menparekraf dan rombongan dari Kemenparekraf disambut oleh Chairman Syaamil Riza Zacharias dan jajaran pimpinan Syaamil. Hadir pula Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf Itok Parikesit, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, dan mitra kemaslahatan BPKH dari Rumah Zakat, DT Peduli, LAZ Persis, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbu) Jabar, dan Camat Kiaracondong.
Kemudian, Menparekraf Sandiaga Uno diajak untuk meninjau kawasan Wisata Quran di area percetakan mushaf. Di sini, Sandiaga Uno melihat dan mendapat penjelasan tentang proses produksi mushaf Alquran memiliki prosedur standard operasi yang membedakannya dengan percetakan biasa.
Baca juga; Sejarah Turunnya dan Tujuan Pokok Alquran
Di antaranya kewajiban berwudhu terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan mushaf Alquran, tidak menyimpan mushaf Alquran di lantai, pemisahan dan pemusnahan bahan mushaf Alquran yang 'reject' dengan baik agar tidak ada satu huruf kalam Allah yang tercecer atau disalahgunakan.
Saat tiba di Syamil, Menparekraf dan rombongan dari Kemenparekraf disambut oleh Chairman Syaamil Riza Zacharias dan jajaran pimpinan Syaamil. Hadir pula Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf Itok Parikesit, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, dan mitra kemaslahatan BPKH dari Rumah Zakat, DT Peduli, LAZ Persis, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbu) Jabar, dan Camat Kiaracondong.
Kemudian, Menparekraf Sandiaga Uno diajak untuk meninjau kawasan Wisata Quran di area percetakan mushaf. Di sini, Sandiaga Uno melihat dan mendapat penjelasan tentang proses produksi mushaf Alquran memiliki prosedur standard operasi yang membedakannya dengan percetakan biasa.
Baca juga; Sejarah Turunnya dan Tujuan Pokok Alquran
Di antaranya kewajiban berwudhu terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan mushaf Alquran, tidak menyimpan mushaf Alquran di lantai, pemisahan dan pemusnahan bahan mushaf Alquran yang 'reject' dengan baik agar tidak ada satu huruf kalam Allah yang tercecer atau disalahgunakan.
Lihat Juga :