Kisah Sunan Kudus Tunjuk Raja Pajang yang Ditentang Para Bupati

Selasa, 02 April 2024 - 07:46 WIB
loading...
Kisah Sunan Kudus Tunjuk...
Sunan Kudus turut dilibatkan dalam musyawarah yang berujung perdebatan, perihal penentuan tahta Pajang itu. Foto/Dok.Sindonews
A A A
Sepeninggal Sultan Hadiwijaya penguasa Pajang perebutan kekuasaan muncul. Musyawarah yang dilakukan untuk menentukan siapa raja Pajang selanjutnya tidak membuahkan hasil. Sultan Hadiwijaya memang memiliki sejumlah putra - putri, yang memiliki kesempatan bertahta di Pajang.

Putra-putri Sultan Hadiwijaya ini antara lain dinikahkan dengan Panji Wiryakrama Surabaya, Raden Pratanu Madura, dan Arya Pamalad Tuban. Adapun putri yang paling tua dinikahkan dengan Arya Pangiri, bupati Demak.

Arya Pangiri sendiri sebenarnya adalah anak raja Demak Sunan Prawoto, yang seharusnya memang Arya Pangiri, selaku penerus garis suksesi Sultan Demak terdahulu. Selain itu, Sultan Hadiwijaya juga mempunyai seorang putra bernama Raden Benawa, sebagaimana dikutip dari "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II".

Sunan Kudus turut dilibatkan dalam musyawarah yang berujung perdebatan, perihal penentuan tahta Pajang itu. Sunan Kudus mengusulkan agar Arya Pangiri, menantu Sultan Hadiwijaya yang menjadi bupati Demak, sebagai raja Pajang berikutnya. Sunan Kudus menganggap, Pangeran Benawa dijadikan Adipati Jipang, wilayah kekuasaan Pajang.

Baca Juga: Pembangkangan Panembahan Senopati Simbol Perlawanan kepada Kerajaan Pajang

Pendapat Sunan Kudus ini berseberangan dengan para bupati. Para bupati mengusulkan bahwa agar Pangeran Benawa yang menjadi raja Pajang berikutnya, karena ia putra laki-laki Kanjeng Sultan satu-satunya. Karenanya, tahta Pajang itu memang berhak diwarisi dirinya, bukan oleh Arya Pangiri yang hanya seorang anak menantu.

Sementara Alasan Sunan Kudus lebih memilih Arya Pangiri sebagai pengganti Kanjeng Sultan, karena bupati Demak ini juga keturunan raja, yakni anaknya Sunan Prawoto. lagi pula, istrinya Arya Pangiri adalah putri tertua Sultan Hadiwijaya.

Pada perdebatan itu, Senopati juga hendak berbicara tetapi ia dilarang oleh pamannya, Ki Juru Martani. Ki Juru Martani meminta keponakannya itu agar tidak ikut-ikutan berpolemik, dan terlibat aksi dukung-mendukung dalam persoalan suksesi Sultan Pajang.

Oleh karena ditegur oleh Ki Juru Martani, maka Senopati pun diam seribu bahasa di forum tersebut. Hingga akhirnya keputusan Sunan Kudus yang dimenangkan, sehingga Arya Pangiri ditetapkan sebagai raja Pajang berikutnya, sementara Pangeran Benawa ditetapkan sebagai Adipati Jipang.

Berlakunya keputusan ini membuat Pangeran Benawa tidak puas dan sakit hati. Ia merasa bahwa haknya sebagai putra mahkota telah dirampas. Ia menjalankan tugas sebagai bupati Jipang bukan sepenuh hati, melainkan dengan sangat terpaksa.

Hal itulah yang membuat Pajang menjadi tidak stabil pasca wafatnya Sultan Hadiwijaya. Sultan baru yang telah dikukuhkan, yakni Arya Pangiri, kurang mendapatkan dukungan dari rakyat Pajang dan kepala daerah.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kisah Teladan Puasa...
Kisah Teladan Puasa Ramadan : Jasad Abu Talhah Tetap Utuh dan Tak Bau karena Kebiasaan Berpuasa
Ketupat Lebaran, Asal-usul...
Ketupat Lebaran, Asal-usul dan Filosofisnya
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW dan Pengemis Buta Yahudi
Rekomendasi
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Berita Terkini
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved