alexametrics

Ratusan Anggota TNI AD Kosongkan Asrama Patuk Yogyakarta

loading...
Ratusan Anggota TNI AD Kosongkan Asrama Patuk Yogyakarta
Anggota TNI sejak pagi mendatangi rumah dinas TNI AD di Kampung Dipoyudan Patuk RT 28 RW 05, Ngampilan, Yogyakarta. Foto/Istimewa
A+ A-
YOGYAKARTA - Ratusan anggota TNI AD mengosongkan rumah dinas TNI AD di Kampung Dipoyudan Patuk RT 28 RW 05, Ngampilan, Yogyakarta, Selasa (16/10/2018). Sejak pagi hari, anggota TNI sudah mengamankan kompleks perumahan tersebut.

Salah satu warga, Bambang (58) membenarkan hal ini. “Iya benar (ada pengosongan),” tegasnya. Menurutnya hingga pukul 08.30 WIB sudah ada tiga rumah yang telah dikosongkan yakni rumah nomor 554, 573 dan 578. Bambang kebetulan sedang berada di luar kampung. Dirinya tertahan tidak bisa masuk ke kampung.

“Saya tidak boleh masuk kampung. Saya ada di depan gapura,” jelasnya. Selain warga, awak media juga dilarang mendekat ke lokasi.

Hingga pagi ini belum ada keterangan resmi dari pihak TNI. Sebelumnya ‘konflik’ ini sempat mengemuka. Pada Senin lalu (17/9/2018), warga mendatangi kediaman pribadi Raja Yogya Sri Sultan Hamangkubowono X di Keraton Kilen.

Saat itu warga mengadukan nasibnya ke penguasa Keraton Yogya tersebut. Ini lantaran warga mengaku memiliki surat kekancingan dari keraton.

“Surat kekancingan itu resmi dikeluarkan oleh Kawedanan Hangeng Sri Wandowo yang ditandatangani oleh almarhum GBPH Joyokusumo,” terang salah satu warga Udimatono.

Sebelumnya, kuasa Hukum Keraton Yogyakarta Aciel Suyanto kepada wartawan membenarkan bahwa pihak keraton telah memberikan kuasa penggunaan lahan di Patuk kepada TNI AD. “Itu betul memang tanah Sultan Ground (SG) tapi di bawah pengelolaan TNI AD. Itu kan masalah internal keluarga, ya diselesaikan baik-baiklah,” terangnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak