Kisah Datu Sanggul, Ulama Kalsel Punya Karamah Salat Jumat di Masjidilharam

Kamis, 14 Maret 2024 - 09:24 WIB
loading...
Kisah Datu Sanggul,...
Syekh Muhammad Abdussomad atau Datu Sanggul, seorang ulama besar di wilayah Tatakan, Tapin Selatan dan penyebar islam di Kalimantan Selatan. Foto/Istimewa
A A A
Syekh Muhammad Abdussomad yang lebih dikenal sebagai Datu Sanggul adalah seorang ulama besar di wilayah Tatakan, Tapin Selatan, Tapin. Di tangannya lah agama Islam dapat menyebar di wilayah Kalimantan Selatan.

Syekh Muhammad Abdussomad hidup sekitar abad ke-18 Masehi. Konon Muhammad Abdussomad berasal dari Palembang, Sumsel sehingga ada yang menyebut dia dengan sebutan Syekh Abdussamad Al Palembangi.

Kemudian dia melanglang buana ke berbagai penjuru Nusantara untuk menuntut ilmu. Sehingga pada suatu ketika dia bermimpi agar menuntut ilmu kepada Datu Suban yang bermukim di Tatakan, Kalimantan.

Setelah mendapat restu dari ibunya, dia berlayar ke Kalimantan melalui Selat Bangka Belitung dan Kota Banjarmasin hingga tiba di Kampung Muning, Pantai Munggutayuh Tiwadak Gumpa Rantau Tapin, Kalimantan Selatan, pada 1750.

Baca Juga: Kisah Sunan Gresik Sebarkan Kemuliaan Agama Islam di Kerajaan Majapahit

Sehingga dia berguru ke Datu Suban. Namun ada yang meriwayatkan jika dia adalah keturunan Dayak Bekumpai dari ibu yang bernama Samayah binti Sumandi.

Di mana Samayah binti Sumandi dinikahi anak Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang bernama Mufti Jamaluddin.

Setelah berguru kebeberapa ulama kharismatik dia kemudian berguru ke Datu Suban di Tapin. Dia adalah satu-satunya murid yang dipercaya oleh Datu Suban untuk menerima kitab yang terkenal dengan sebutan Kitab Barincong.

Berkat mengamalkan ilmu yang dia peroleh baik dari guru ataupun dari Kitab Barencong Datu Sanggul mendapatkan karomah dari Allah SWT, di antaranya kalau salat Jumat selalu di Masjidilharam Makkah.

Karena seringnya salat Jumat di Masjidilharam, Makkah, maka Muhammad Abdussomad pun dapat berkenalan dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang sedang menuntut ilmu di Tanah suci Makkah.

Konon Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lah yang menjadi saksi kepada warga Banjar jika Muhammad Abdussomad setiap Jumat salat di Masjidilharam. Hal ini disampaikan Muhammad Arsyad kepada warga Banjar setelah dia selesai menuntut ilmu di Makkah.

Baca Juga: Kisah Karamah Sunan Kalijaga, Bisa Mengubah Beras Jadi Pasir

Muhammad Arsyad ingin menemui sahabat sekaligus gurunya di Tatakan, tetapi sayang, setelah sampai di Tatakan, Datu Sanggul sudah berpulang ke Rahmatullah.

Sebelumnya pada waktu itu di Kerajaan Banjar diterapkan Syariat Agama Islam, sehingga diwajibkan bagi warga laki laki yang sudah aqil balik atau sudah dewasa pada hari Jumat untuk melaksanakan salat di masjid. Jika tidak melaksanakan kewajiban tersebut akan didenda.

Karenakan setiap Jumat Abdussomad selalu salat di Masjidilharam maka setiap minggu dia harus membayar denda kepada kerajaan. Karena seringnya membayar denda hingga harta yang tertinggal cuma kuantan dan landai (alat untuk memasak nasi dan sayuran).

Akhirnya setelah didesak oleh istri beliau karena tidak ada lagi barang yang bisa dipakai untuk membayar denda, dia akhirnya berjanji untuk melaksanakan salat Jumat di Masjid kampungnya.

Salah satu karomah Abdussomad yang diberikan Allah SWT kepada dia, adalah di mana saat menceburkan diri ke air sungai untuk berwudhu namun badannya tidak basah kecuali yang wajib wudhu. Yang lainnya seperti baju, sarung dan sajadah tidak basah.

Sejak kejadian itu orang- orang tidak berani lagi macam-macam dengan Abdussomad dan denda tidak diberlakukan lagi terhadapnya.

Baca Juga: Kisah Sunan Kalijaga Luruhkan Murka Sultan Agung dengan Serban Hitam

Adapun penamaan Datu Sanggul salah satu riwayat menceritakan karena ketekunannya dalam mentaati perintah gurunya dalam khalwat khusus yang sama artinya dengan "menyanggul" atau menunggu (turunnya ) ilmu dari Allah SWT.

Ada juga yang mengatakan dia sering menyanggul (bahasa lokal) atau menghadang pasukan tentara Belanda di perbatasan Kampung Muning, sehingga tentara Belanda pun kocar-kacir dibuatnya.

Versi lainnya lagi menyebutkan, gelar Datu Sanggul itu diberikan karena kegemaran dia menyanggul (berburu) binatang rusa dengan menggunakan sumpit. Ada juga yang mengatakan rambutnya yang panjang dan selalu disanggul (digelung).

Datu Sanggul juga dikenal pula sebagai Datu Muning yang aktif berdakwah di daerah bagian selatan Banjarmasin (Rantau dan sekitarnya). Dia giat mengusahakan/memberi tiang-tiang kayu besi bagi orang-orang yang mendirikan masjid.

Sehingga pokok kayu ulin besar bekas tebangan Datu Sanggul di Kampung Pungguh (Kabupaten Barito Utara) dan pancangan tiang ulin di pedalaman Kampung Dayak Batung (Kabupaten Hulu Sungai Selatan).

Salah satu karya spektakulernya yang masih dikenang hingga kini adalah membuat tatalan atau tatakan kayu menjadi soko guru masjid Desa Tatakan, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Sunan Kalijaga ketika membuat soko guru dari tatalan kayu untuk Masjid Demak.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Tak Disangka! 2 Salat...
Tak Disangka! 2 Salat Ini Pahalanya Seperti Ibadah Haji
Pesan Menohok Dudung...
Pesan Menohok Dudung ke Habib Rizieq: Ulama Itu Meneduhkan, Mulutnya Tak Menjelekkan
Ulama dan Cendikiawan...
Ulama dan Cendikiawan Iran yang Berjasa untuk Islam dan Dunia
Rekomendasi
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Berita Terkini
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved