alexametrics

Belum Ada Laporan Pelanggaran Pendistribusian Beras di Sumsel

loading...
Belum Ada Laporan Pelanggaran Pendistribusian Beras di Sumsel
Hingga saat ini, Tim Satuan Petugas (Satgas) Pangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belum menerima laporan adanya indikasi pengusaha yang melakukan pelanggaran terhadap pendistribusian pangan khususnya komoditi beras. Dokumen/SINDOnews
A+ A-
PALEMBANG - Hingga saat ini, Tim Satuan Petugas (Satgas) Pangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belum menerima laporan adanya indikasi pengusaha yang melakukan pelanggaran terhadap pendistribusian pangan khususnya komoditi beras.

Sekretaris Satgas Pangan Sumsel AKBP Yoce Marten mengatakan, sementara ini belum ada laporan yang pihaknya tangani terhadap laporan pengusaha yang melakukan tindak pidana.

"Terakhir yang pernah kita tangani yakni minuman oplosan dan juga tahu mengandung formalin, sedangkan untuk komoditi beras belum ada, sampai saat ini masih aman," ucap Yoce yang juga menjabat Kasubdit I Indagsi Polda Sumsel usai Launching Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium Tahun 2018, Selasa (04/09/2018).



Selain pendistribusian beras, sambung Yoce, pihaknya juga selalu mengawasi mulai dari importir, distributor, BPOM dan lainnya termasuk juga izin edar yang dikeluarkan.

"Ini memang perlu dilakukan untuk memberikan sinyal positif terhadap masyarakat, sehingga untuk kedepannya harga tetap bisa terkendali. Selain itu masyarakat juga jadi tahu terhadap upaya pemerintah yang terus berupaya menjaga kesrabilan harga," terangnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog Sumsel Babel, Muhammad Yusuf Salahuddin, menjamin harga bahan pokok sampai saat sangat stabil. Kontribusi pangan terhadap inflasi justru mengalami deflasi.

"Pemerintah dalam hal ini Bulog memiliki stok beras yang cukup, bahkan mencapai 9,5 bulan kedepan aman, sedangkan minyak stoknya mencapai 200 ribu liter, gula 1.300 ton, terigu 7 ton, daging beku 75 ton," ungkapnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak