Kacau! Pengurangan Penerima KJP Plus dan KJMU di Tengah Harga Sembako Meroket

Kamis, 07 Maret 2024 - 07:06 WIB
loading...
Kacau! Pengurangan Penerima...
Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus di Indonesia menggeruduk Kantor P4OP Disdik DKI Jakarta, Selasa (5/3/2024). Mereka mempertanyakan alasan kepesertaan dinyatakan tidak layak menerima KJMU. Foto: SINDOnews/Hendri Irawan
A A A
JAKARTA - Pengurangan penerima manfaat program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) terjadi di tengah harga sembako meroket. Pemprov DKI Jakarta dianggap tidak bijak dan tak peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang sulit.

Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, hal itu tak bijak dan seharusnya ditunda sampai ekonomi benar-benar pulih.

"Di masa sulit ini di mana kenaikan sembako amat memberatkan warga maka pengurangan penerima layanan KJP Plus dan KJMU tidaklah bijak. Mohon agar ditunda sampai ekonomi pulih," ujarnya, Rabu (6/3/2024).

Baca juga: Wakil Ketua DPRD DKI Minta Pengurangan Penerima KJP Plus dan KJMU Ditunda

Masyarakat sudah menyumbangkan penghasilannya melalui pembayaran pajak dan merupakan andalan PAD DKI. Semestinya dikembalikan lagi kepada rakyat Jakarta yang belum beruntung dan sangat membutuhkan bantuan pemerintah.

"Padahal anggaran KJP Plus dan KJMU tidak signifikan. Jadi saya minta ditunda pengurangan penerima layanan KJP Plus dan KJMU," kata politikus PKS ini.

Sebelumnya, Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku bakal melakukan pengurangan penerima KJP Plus dan KJMU.

Pihaknya akan menyesuaikan penerima bantuan sosial pendidikan berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos). "Soal KJMU, KJP. Jadi KJP, KJMU itu kan DKI Jakarta sudah mensinkronkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sudah disahkan di November dan Desember 2023 oleh Kementerian Sosial," kata Heru, Rabu (6/3/2024).

Pemprov DKI menyeleksi penerima KJP Plus dan KJMU berdasarkan data yang disinergikan dengan Data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sehingga DKI menggunakan data utamanya dari DTKS.

Heru juga mengakui pengurangan subsidi pendidikan KJP Plus dan KJMU karena faktor anggaran Pemprov DKI yang terbatas dan bukan karena alasan politis lainnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Rekomendasi
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Berita Terkini
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved