alexametrics

Makan Sajian Tradisional Geblek Pecahkan Rekor MURI

loading...
Makan Sajian Tradisional Geblek Pecahkan Rekor MURI
Para peserta makan geblek saat puncak kegiatan Program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Minggu (19/8/2018). FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN
A+ A-
YOGYAKARTA - Kegiatan makan 17.818 geblek yang diikuti oleh 3.500 orang di Alun-Alun Utara Yogyakarta, Minggu (19/8/2018), memecahkan rekor MURI dalam kategori makan sajian terbanyak. Geblek merupakan makanan khas Kulonprogo yang terbuat dari tepung tapioka, bawang putih dan garam. Makanan ini biasa disajikan bersama tempe benguk.

Pemecahan rekor MURI ini merupakan bagian dari Program BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN). BHUN di DIY diinisiasi PT Angkasa Pura I (Persero) bersama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re dan PT Kliring Berjangka Indonesia atau KBI.

Direktur Utama PT Angkasa Pura 1, Faik Fahmi mengatakan pemilihan makanan geblek bukan tanpa alasan. Selain untuk mempromosikan makanan tradisional, juga bentuk komitmen BUMN dalam mempersiapkan pariwisata dan perekonomian, terutama di Kulonprogo menjelang hadirnya bandara baru.



"Melalui kegiatan ini kami berharap dapat lebih mempromosikan geblek sebagai ikon kuliner asal Kulonprogo di tingkat nasional maupun dunia," kata Faik Fahmi usia acara.

Executive Manager MURI Sri Widayati mengatakan, pencatatan MURI makan sajian geblek terbanyak ini telah melalui beberapa tahapan dan kajian. Secara umum untuk pencatatan MURI ada beberapa kriteria. Selain paling banyak, kriteria lainnya, di antaranya paling unit dan langka. "Untuk rekor ini kami catat di urutan ke 8.585," katanya.

Sebelum makan geblek, ribuan peserta terlebih dahulu mengikuti jalan sehat 5K yang diiringi pasukan bregodo, arak-arakan kuda dan andong. Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Susena; Direktur Pengembangan, Manajemen Risiko, Kepatuhan Indonesia Re Adi Pramana; Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi; Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti; dan Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak