Tepis Bencana di Rancaekek Bukan Badai Tornado, BMKG: Itu Angin Puting Beliung!
Kamis, 22 Februari 2024 - 12:03 WIB
loading...
Penampakan angin puting beliung yang menyapu wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumenang dan Rancaekek, Kabupaten Bandung, begitu dahsyat. Foto/Istimewa
A
A
A
BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung menegaskan peristiwa bencana yang melanda Kabupaten Bandung dan Sumedang, Rabu (21/2) sore, merupakan puting beliung.
Penegasan ini berbeda dari klaim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebutkan angin kencang itu termasuk topan Tornado. BMKG mendasarkan karena kecepatan angin berputar dan dampak kerusakan yang ditimbulkan tidak seperti Tornado.
Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, angin puting beliung merupakan peristiwa fenomena alam di mana angin berputar tersebut dengan kecepatan 36,8 kilometer per jam atau kurang 70 kilometer per jam.
Baca Juga: Ini 4 Faktor Fenomena Angin Kencang di Bandung-Sumedang Masuk Bencana Tornado
Sedangkan topan Tornado seperti yang kerap terjadi di Amerika Serika lebih dari 70 kilometer per jam.”Kejadian kemarin sore, kecepatan angin tercatat di AAWS Jatinangor 36,8 kilometer per jam,” kata Kepala BMKG Bandung dalam keterangan resmi, Kamis (22/2/2024).
Teguh Rahayu menyatakan, puting beliung merupakan small Tornado. Indonesia sering menyebut small Tornado dengan nama puting beliung. ”Kalau tornado pasti dampaknya lebih dari 10 kilometer. Sedangkan kemarin luas area terdampak 3 sampai 5 kilometer,” ujarnya.
Selain itu, puting beliung di Rancaekek terjadi karena pertumbuhan awan cumulonimbus. Puting beliung merupakan dampak ikutan.
Penegasan ini berbeda dari klaim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebutkan angin kencang itu termasuk topan Tornado. BMKG mendasarkan karena kecepatan angin berputar dan dampak kerusakan yang ditimbulkan tidak seperti Tornado.
Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, angin puting beliung merupakan peristiwa fenomena alam di mana angin berputar tersebut dengan kecepatan 36,8 kilometer per jam atau kurang 70 kilometer per jam.
Baca Juga: Ini 4 Faktor Fenomena Angin Kencang di Bandung-Sumedang Masuk Bencana Tornado
Sedangkan topan Tornado seperti yang kerap terjadi di Amerika Serika lebih dari 70 kilometer per jam.”Kejadian kemarin sore, kecepatan angin tercatat di AAWS Jatinangor 36,8 kilometer per jam,” kata Kepala BMKG Bandung dalam keterangan resmi, Kamis (22/2/2024).
Teguh Rahayu menyatakan, puting beliung merupakan small Tornado. Indonesia sering menyebut small Tornado dengan nama puting beliung. ”Kalau tornado pasti dampaknya lebih dari 10 kilometer. Sedangkan kemarin luas area terdampak 3 sampai 5 kilometer,” ujarnya.
Selain itu, puting beliung di Rancaekek terjadi karena pertumbuhan awan cumulonimbus. Puting beliung merupakan dampak ikutan.
Lihat Juga :