NTT Alami Hari Tanpa Bayangan Sepekan ke Depan, Simak Penjelasan BMKG

Rabu, 21 Februari 2024 - 14:42 WIB
loading...
NTT Alami Hari Tanpa...
Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hari tanpa bayangan selama beberapa hari. Keadaan itu berlangsung mulai hari ini, Rabu (21/2/2024), hingga sepekan ke depan. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
KUPANG - Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hari tanpa bayangan selama beberapa hari pada akhir Februari 2024. Keadaan itu berlangsung mulai hari ini, Rabu (21/2/2024), hingga sepekan ke depan.

Fenomena tanpa bayangan adalah keadaan ketika matahari tepat berada pada posisi paling tinggi di langit. Saat itu, posisi Matahari di langit sama dengan posisi lintang pengamat di Bumi.

Fenomena ini disebut pula sebagai Kulminasi Utama, berlangsung pada waktu tengah hari di lokasi tertentu. Di mana posisi Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit.

Baca juga; Hari Ini Fenomena Hari Tanpa Bayangan Melanda Indonesia

Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena persis bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari Kulminasi Utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, beberapa titik wilayah di NTT bakal jadi yang paling awal mengalami fenomena ini untuk periode pertama 2024.

Hari tanpa bayangan, dijelaskan oleh BMKG, terjadi karena bidang ekuator atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi.

Posisi Matahari dari Bumi memang akan terus berubah sepanjang tahun, antara 23,5 derajat LU hingga 23,5 derajat LS. Hal tersebut dikenal sebagai gerak semu harian Matahari.

Baca juga; Penjelasan Ilmiah Soal Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis HAISHEN di Utara Papua, Ini Dampaknya bagi Cuaca Indonesia
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Rekomendasi
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
Infografis
Pasukan Korea Utara...
Pasukan Korea Utara Kembali ke Garis Depan Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved