alexametrics

Oknum Polisi Diduga Mencoba Perkosa Janda, Kapolres Blitar: Hanya Memaksa Masuk Rumah Orang

loading...
Oknum Polisi Diduga Mencoba Perkosa Janda, Kapolres Blitar: Hanya Memaksa Masuk Rumah Orang
A+ A-
BLITAR - Seorang oknum anggota Polres Blitar berinisial ES digunjingkan diduga berupaya memperkosa seorang janda di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.Kasak kusuk itu pertama kali mencuat di media sosial.

Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha pun  membenarkan oknum polisi itu anak buahnya. Namun dia menyangkal tudingan perbuatan percobaan perkosaan.Oknum polisi itu kata Anisullah hanya memaksa masuk rumah orang lain dimana pemiliknya tidak mengizinkan.

"Yang terjadi adalah masuk ke dalam rumah orang dan orangnya tidak mengizinkan. Jangan berpersepsi seperti di medsos, apalagi sampai ada istilah percobaan pemerkosaan," beber  Anisullah kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Namun yang beredar di medsos oknum polisi berinisial ES diduga mencoba merenggut kehormatan WN (39). Insiden terjadi pada 5 Juli 2018 di rumah WN yang sekaligus toko baju (ruko). WN memberontak. Teriakan WN didengar SL, salah satu anaknya yang baru pulang mengaji sore hari.

Gagal meluapkan hasratnya ES naik pitam dan terarah ke SL. Bahkan pakaian yang dikenakan SL juga dikoyak koyak. Mendengar itu FT (20) anak sulung WN yang baru datang, langsung meminta ibu dan adiknya masuk kamar lalu mengunci dari dalam.

FT khawatir ES yang tertidur di salah satu ruangan akan mengulangi perbuatanya. Sebab dia mencium aroma alkohol. Karenanya FT juga memutuskan melapor ke Polsek Kesamben. Menurut Anisullah, ES masih dalam pemeriksaan. Namun pemeriksaan tersebut lebih terkait persoalan etika. Bukan menyangkut percobaan perkosaan yang dituduhkan.

Dia menambahkan informasi yang beredar di media sosial hanya bersifat sepihak. Apalagi pihak yang menyampaikan info tidak langsung mengetahui kejadian. "Apa yang beredar di media sosial hanya sepihak," sebutnya.

Sadewa warga Blitar berharap kasus yang terjadi diungkap sebenar benarnya. Dia tidak berharap ada pengaburan informasi hanya karena pelakunya diduga oknum polisi. Kendati demikian Sadewa memuji langkah aparat kepolisian yang merespons cepat informasi di masyarakat.

"Dengan respons cepat serta tindak lanjut pemeriksaan, tentu aparat kepolisian patut diapresiasi," ujarnya.
(vhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak