Kisah Kesombongan Kertanagara yang Bikin Kerajaan Singasari Hancur Diserang Keluarga Sendiri

Selasa, 13 Februari 2024 - 06:10 WIB
loading...
Kisah Kesombongan Kertanagara...
Candi Singasari merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari. Foto/Kebudayaan Kemdikbud
A A A
Kesombongan Kertanagara Raja Singasari membuat riwayat kerajaan tamat. Singasari yang menjadi kerajaan besar dan tengah berjaya kala itu hancur berantakan oleh serangan dari keluarga dekat Kertanagara sendiri yakni Jayakatwang.

Kehancuran Kerajaan Singasari tak lepas dari kemauan keras Kertanegara untuk menuntaskan Ekspedisi Pamalayu, atau peristiwa semenanjung Melayu demi menyatukan nusantara. Kertanagara tak mau mendengarkan nasehat dari para pejabat lainnya setingkat mahamenteri, sehingga lengah dalam situs kondisi keamanan dalam negeri.

Ekspedisi Pamalayu atau penyerangan dan penaklukan Semenanjung Melayu oleh Kertanagara menjadi penanda awal bagaimana kehancuran Singasari. Saat itu Kertanagara mencoba menunjukkan eksistensinya dan membendung pengaruh kekuasaan Kekaisaran Mongol, yang hampir menguasai seluruh daratan di Asia, selain misi menyatukan nusantara.

Dikutip dari buku "Babad Tanah Jawi", dari Soedjipto Abimanyu, mengisahkan ambisiusnya Kertanegara merealisasikan Ekspedisi Pamalayu membuat Kertanegara melupakan keamanan internal kerajaan. Pasukan - pasukan elite Kerajaan Singasari dikirimkan untuk mendukung ambisi penaklukan Pamalayu. Pasukan pun dikirim ke Sumatera dibawah pimpinan Kebo Anabrang pada 1275.

Baca Juga: Cerita Kerajaan Singasari Terbelah setelah Tewasnya Ken Arok

Kertanagara mengirimkan tentaranya melalui pelabuhan Tuban dengan diantar oleh Mahisa Anengah Panji Angragani sampai di Pelabuhan Tuban. Pengiriman pasukan ini membuat pasukan yang tersisa di Singasari sangat sedikit, keamanan pun menjadi riskan bila mendapat serangan dari luar.

Mpu Raganata sang penasehat raja Kertanegara yang juga mahamenteri telah mengingatkan untuk tidak menyisakan pasukan yang banyak di internal Singasari. Sayang nasehat itu tak digubris sang raja. Mpu Raganata juga mengingatkan Kertanegara akan kemungkinan adanya balas dendam Raja Jayakatwang dari Kediri terhadap Kerajaan Singasari.

Tetapi sang raja yang terkenal angkuh dan congkak ini membuat saran Mpu Raganata tak ia pertimbangkan. Kertanegara berpendapat Jayakatwang tidak akan memberontak ke Singasari, karena ia berutang budi kepada dirinya raja Singasari.

Apalagi Jayakatwang memiliki hubungan keluarga dengan Kertanegara, yakni saudara sepupu sekaligus ipar dan besannya. Jayakatwang disebut Kertanegara sebagai bekas pengawal istana Kerajaan Singasari, yang diangkat sebagai Bupati di Gelang-gelang menjadikan hal mustahil melakukan penyerangan dan pemberontakan ke Kertanegara.

Sayang harapan Kertanegara tak sesuai kenyataan, Jayakatwang menyerang ibu kota kerajaan dari utara dan selatan. Sang Raja Kertanegara pun tewas saat tengah mengadukan ritual minum minuman keras (miras). Lengahnya kewaspadaan membuat Kertanegara dijegal oleh lawan-lawan politiknya, salah satu di antaranya Jayakatwang sendiri.

Kerajaan Singasari pun musnah tinggal nama, sang raja Kertanegara mati dan didarmakan sebagai candi yang dinamakan Candi Jawi. Konon di Candi Jawi ini pula abu jenazah Raja Singasari Kertanegara disimpan.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Fadli Zon: Kita Perlu...
Fadli Zon: Kita Perlu Tulis Sejarah Kerajaan dan Kesultanan
Kolaborasi Budaya Nusantara...
Kolaborasi Budaya Nusantara untuk Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan UMKM
Rekomendasi
Blunder Kiper, Meksiko...
Blunder Kiper, Meksiko Tundukkan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Berita Terkini
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved