alexametrics

Rekrutmen CPNS, Pemkab Karawang Waspadai Praktik Penipuan

loading...
Rekrutmen CPNS, Pemkab Karawang Waspadai Praktik Penipuan
Masyarakat diminta mewaspadai setiap penawaran yang mengaku bisa meloloskan PNS. Foto/Dok SINDOnews
A+ A-
KARAWANG - Pemkab Karawang, Jawa Barat meminta masyarakat mewaspadai praktik penipuan CPNS (calon pegawai negeri sipil) yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengaku bisa mengurus menjadi PNS. Disinyalir komplotan penipu CPNS sedang bergentayangan menyusul rencana penerimaan PNS untuk Kabupaten Karawang akan berlangsung tahun ini.

"Dari pengalaman sebelumnya kalau kita sudah mendapatkan jatah untuk penerimaan PNS. Pastinya akan ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penipuan seolah-olah bisa memasukkan orang masuk PNS. Saya bisa pastikan itu merupakan penipuan, jadi tolong jangan mudah percaya dengan mereka." kata Kepala BKSDM Kabupaten Karawang, Asep Aang Rakhmatulah, Minggu (8/7/2018).

Masyarakat diminta mewaspadai setiap penawaran yang mengaku bisa memasukkan kerja PNS, karena dipastikan itu merupakan tindak penipuan. “Kalau mau informasi silahkan hubungi kami di kantor BKPSDM (badan kepegawaian pemberdayaan sumber daya manusia) kami membuka desk khusus soal informasi penerimaan PNS,” jelasnya.



Menurut Aang, untuk tahun 2018 ini Kabupaten Karawang akan mendapat jatah penerimaan PNS. Namun berapa banyak jumlah yang akan diterima menjadi PNS belum bisa diketahui. Hanya saja BKPSDM sudah mengajukan permohonan untuk 400 orang agar bisa diterima menjadi PNS ke pemerintah pusat.

"Tahun sebelumnya ada yang menjadi korban penipuan. Makanya untuk tahun ini kami mengantisipasi dengan memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat tentang bahaya penipuan CPNS," katanya.

Saat ini Pemkab Karawang membutuhkan tenaga kesehatan dan pendidikan yang menjadi prioritas. “Kita harapkan permohonan kita ini bisa dikabulkan oleh pemerintah," pungkasnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak