alexametrics

Kolom Kosong Berpeluang Menang di Pilwalkot Makassar

loading...
Kolom Kosong Berpeluang Menang di Pilwalkot Makassar
Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto berpendapat, kolom kosong maupun pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), sama-sama berpeluang menang dalam Pilwalkot Makassar. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
MAKASSAR - Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto berpendapat, kolom kosong maupun pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), sama-sama berpeluang menang dalam Pilwalkot Makassar.

Peluang kemenangan kolom kosong disebutnya cukup besar, karena sebagian orang sudah paham dengan istilah kolom kosong dan tata cara memilih. Terlebih kolom kosong juga mendapatkan dukungan yang massif di beberapa polling online atau daring.

"Saya melihat kolom kosong justru memperoleh elektabilitas yang lebih bagus. Nah kunci kemenangan kolom kosong adalah apakah Danny Pomanto memback up upaya pemenangan kotak kosong ini," paparnya, Selasa (26/6/2018).



Menurut dia, jika Danny Pomanto masih memback up kolom kosong, akan menggunakan semua sumber dayanya untuk memenangkan kolom kosong. Karena dengan kemenangan kolom kosong, peluang Danny untuk bertarung kembali terbuka.

"Kalau Danny Pomanto mendukung, tentu peluangnya juga besar, karena kita tahu beberapa survei mengunggulkan Danny Pomanto jauh di atas Appi-Cicu. Kalau itu dikonversi menjadi kolom kosong, peluang memangnya sangat besar," tegasnya.

Sedangkan peluang pasangan Appi-Cicu juga cukup terbuka, karena sebagian orang berpikir dengan calon tunggal, maka tidak punya pilihan lain dan akan memilih pasangan calon yang ada. Armunanto menambahkan, sepanjang sepengetahuannya dan penelitian sederhana yang di lakukan, umumnya masyarakat tidak tahu bahwa dalam calon tunggal itu bisa memilih kolom kosong.

"Apalagi sampai sekarang KPU juga tidak menyosialisasikan tata cara memilih, sehingga peluangnya untuk paslon tunggal mungkin sangat besar untuk memperoleh suara," bebernya.

Di sisi lain, dengan ketidak tahuan maayarakat, pemilih yang sebelumnya ingin memilih paslon lain, akhirnya abstain atau golput karena paslon yang diinginkannya tidak tercantum. "Saya pikir semua punya peluang yang besar. Kalau maksimal semua, maka peluangnya akan sama besar, akan sangat kompetitif," ucapnya.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak