Tak Kantungi Izin Kampus, Ajakan Diskusi Agar UNY Bersikap Dibubarkan Rektorat

Rabu, 07 Februari 2024 - 08:14 WIB
loading...
Tak Kantungi Izin Kampus,...
UNY jadi sorotan setelah rektorat mengeluarkan keputusan untuk membubarkan ajakan diskusi yang diajukan oleh mahasiswa pada hari Selasa (6/2/2024). Foto/Erfan Erlin/MPI
A A A
YOGYAKARTA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi pusat perhatian setelah rektorat mengeluarkan keputusan untuk membubarkan ajakan diskusi yang diajukan oleh mahasiswa pada hari Selasa (6/2/2024). Alasan yang diberikan adalah kegiatan tersebut tidak memiliki izin resmi dari pihak rektorat.

Pihak rektorat UNY menegaskan bahwa mereka tidak akan memberikan pernyataan sikap sebagaimana kampus-kampus lainnya, dan menyatakan bahwa tidak ada tekanan dari luar yang mempengaruhi sikap mereka terhadap perkembangan demokrasi.

Awalnya, pesan poster berantai di media sosial menyebarkan ajakan untuk menghadiri diskusi dengan tema "Seruan Konsolidasi: Mengundang Dosen, Mahasiswa, dan Seluruh Sivitas Akademika UNY. Sadarkan Rakyat dari Pesta Demokrasi yang Dinodai secara Terang-terangan". Acara ini direncanakan berlangsung di Teras Rektorat UNY pada jam 13.00 WIB.

Namun, rencana tersebut terganjal ketika pihak kampus membubarkan acara dengan alasan tidak mengantongi izin resmi. Meskipun perwakilan mahasiswa berusaha berdiskusi dengan pihak rektorat, namun akhirnya acara tersebut tidak bisa dilaksanakan.

Baca Juga: Keren! Mahasiswa UNY Rancang Transportasi Ramah Lingkungan

Ketua BEM UNY, Farras Raihan, menjelaskan bahwa ajakan tersebut bukanlah demonstrasi, melainkan diskusi terbuka. Mereka berharap para dosen dan guru besar dapat ikut serta dalam diskusi untuk membahas situasi demokrasi saat ini.

"Kami mengajak dosen dan guru besar yang ilmunya pasti jauh di atas kami untuk turut berdiskusi. Harapannya bagaimana UNY menyikapi situasi demokrasi saat ini dan menyatakan keberpihakannya," ungkap Farras.

Meskipun mahasiswa telah mengajukan permohonan izin sehari sebelumnya, namun ada intimidasi yang dilakukan oleh beberapa dosen melalui media sosial, yang mengancam akan memberikan sanksi kepada mahasiswa yang ikut dalam acara tersebut.

Meskipun demikian, sejumlah mahasiswa tetap berkumpul di sekitar rektorat pada hari Selasa. Namun, upaya mereka untuk melanjutkan diskusi juga ditolak oleh pihak keamanan kampus.

Saat mahasiswa ditemui oleh Sekretaris Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, Alumni UNY, Prof Guntur, ia menanyakan maksud dan izin kegiatan tersebut.

Guntur menjelaskan bahwa setiap kegiatan kemahasiswaan harus memiliki izin resmi, dan jika sudah mengantongi izin, pihak kampus akan mendukung kegiatan tersebut.

"Ini kegiatan apa? Mana izinnya? Mana proposalnya? Kalau ada izinnya, rektorat malah bisa mendanai dan ada dosen yang mendampingi. Kalau tidak ada izinnya, nanti saya serahkan ke bapak-bapak sekuriti," tutur Guntur di hadapan mahasiswa.

Keputusan rektorat UNY ini menimbulkan pertanyaan tentang kebebasan akademik dan partisipasi mahasiswa dalam menyuarakan pendapat mereka di lingkungan kampus.

Meskipun izin resmi diharapkan, banyak yang merasa bahwa tindakan ini menghambat ruang diskusi dan menekan mahasiswa yang ingin berpartisipasi aktif dalam kehidupan kampus.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gerakan Musyawarah Revitalisasi...
Gerakan Musyawarah Revitalisasi Pangan Lokal Digagas di Cinere
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
IPPR Gelar Jihad Demokrasi...
IPPR Gelar Jihad Demokrasi di Patung Kuda
Gelar Hening Cipta dan...
Gelar Hening Cipta dan Doa Kebangsaan, PB HMI Komitmen Kawal Demokrasi
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Rekomendasi
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved