Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Keren! Mahasiswa UNY Rancang Transportasi Ramah Lingkungan

loading...
Keren! Mahasiswa UNY Rancang Transportasi Ramah Lingkungan
Mahasiswa UNY yang merancang sky trem untuk mengatasi permasalahan transportasi perkotaan. Foto Dok Humas UNY
SLEMAN - Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merancang alat transportasi ramah lingkungan jenis trem yang diberi nama Sky Trem. Alat transportsi ini bukan hanya ramah lingkungan dan bebas kemacetan, namun juga mendukung pelayanan transportasi massal dan wisatawan.

Ketiga mahasiswa UNY itu, yakni Cecep Wahyu Cahyana (Prodi Teknologi Informasi), Reyhan Aditya Adam (Prodi Pendidikan Teknik Mekatronika) dan Prawesti Eka Listyaningrum (Prodi Akuntansi). Baca juga: Menhub Target Kendaraan Listrik Jadi Transportasi Massal

Cecep Wahyu Cahyana mengatakan ide membuat Sky Trem ini, karena melihat ketersediaan transportasi umum yang kurang memadai di Yogyakarta. Termasuk Trans Jogja belum mampu menjawab tantangan. Sehingga kendaraan pribadi, baik roda dua maupun empat di jalan raya terus bertambah.

Hal ini, bukan hanya menyebabkan terjadinya kemacetan, namun juga peningkatkan jumlah emisi gas buang dan polusi udara di Yogyakarta. Sehingga harus ad solusi terhadap permasalahan tersebut

“Itulah yang melatar belakangi kami merancang alat transportasi ramah lingkungan dan bebas kemacetan Sky Trem,” kata Cecep dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021).



Sky Trem merupakan transportasi jenis trem dimana transportasi ini menggunakan listrik dalam operasionalnya sehingga lebih ramah lingkungan. Sky Trem diharapkan akan mampu mengurai kemacetan di wilayah Yogyakarta karena akan memiliki jalur sendiri yang berada di atas jalan-jalan utama Yogyakarta dan memanfaatkan lahan kosong di atas Selokan Mataram.

“Sky Trem menerapkan Internet of Things (IoT) dalam operasionalnya dan akan terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti Trans Jogja,” jelas Cecep. Baca juga: Pusat dan Pemda Mainkan Strategi 'Tarik-Dorong' untuk Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Sky Trem selain menjadi transportasi umum untuk mobilitas masyarakat yang mendukung rencana pemerintah DIY tersebut, dirancang pula untuk mampu digunakan sebagai experience tourism.

Reyhan Aditya Adam menjelaskan, Sky Trem dirancang berornamen batik kawung dan Tugu Jogja sebagai hiasan dan akan menerapkan warna hijau kuning sebagai warna khas dari Keraton Yogyakarta. “Trem yang didesain dengan dua gerbong ini menerapkan transportasi tanpa awak dengan ketepatan waktu hingga 99 persen,” paparnya.

Sky Trem dilengkapi dua sensor dengan fungsi yang berbeda-beda. Sensor pertama membuat trem berhenti secara otomatis ketika sampai di stasiun dengan memberikan sinyal dari jarak 100 meter sebelum stasiun.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top